tirto.id - Insiden penembakan terjadi dalam jamuan makan malam White House Correspondents' Dinner di Washington, D.C., pada Sabtu (25/4/2026) malam.
Persistiwa tersebut berkembang cepat dari kepanikan di dalam ballroom hingga operasi pengamanan oleh aparat federal.
Berikut kronologi lengkap peristiwa berdasarkan laporan langsung dari lokasi serta keterangan aparat penegak hukum yang dihimpun BBC.
Suara Tembakan dan Kepanikan
Peristiwa bermula sekitar pukul 20.30 waktu setempat, ketika para tamu yang hadir di ballroom Washington Hilton tengah menikmati jamuan makan malam. Seorang jurnalis BBC yang berada di lokasi menggambarkan bahwa suara tembakan pertama yang terdengar di ruangan membuat situasi penuh kebingungan.
Suara keras yang semula diduga berasal dari benda jatuh tersebut dengan cepat diidentifikasi sebagai tembakan. Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian melaporkan bahwa suara letusan tersebut terjadi berturut-turut. Dalam hitungan detik, suasana yang semula penuh kebingungan berubah menjadi panik.
Para tamu, termasuk pejabat tinggi negara dan jurnalis, bersembunyi di bawah meja untuk menghindari potensi ancaman.
“Para tamu makan malam merunduk di bawah meja ketika suara yang terdengar seperti tembakan menggema di suatu tempat di sekitar ballroom tempat acara berlangsung di Washington Hilton,” tulis koresponden BBC, Daniel Bush.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang saat itu berada di lokasi, segera dievakuasi oleh agen United States Secret Service.
BBC juga menyebutkan bahwa agen pengamanan bergerak cepat mengeluarkan presiden dari ballroom sambil memberi instruksi kepada para tamu untuk tetap merunduk.
Selain Trump, sejumlah pejabat tinggi lainnya juga dievakuasi, termasuk anggota kabinet dan pejabat keamanan nasional. FBI Director Kash Patel bahkan dilaporkan langsung dijangkau oleh agen keamanan yang melompati meja untuk mengevakuasinya dari lokasi.
Terduga Pelaku Ditangkap
Di saat yang sama, tim Counter Assault Team (CAT) Secret Service mengambil posisi di dalam ballroom dengan senjata laras panjang untuk mengamankan area. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman lanjutan.
Seiring dengan berlangsungnya evakuasi, laporan awal dari petugas keamanan menyebutkan bahwa terdapat seorang pria bersenjata yang berusaha menerobos area pemeriksaan utama dengan detektor logam di pintu masuk ballroom.
Pelaku diduga membawa sejumlah senjata api dan senjata tajam.
Beberapa saat setelah insiden, Secret Service mengonfirmasi bahwa seorang tersangka telah diamankan. Pernyataan ini kemudian diperkuat oleh Biro Investigasi Federal (FBI).
“Satuan Respons Ibu Kota Nasional dari Kantor Lapangan FBI di Washington telah merespons penembakan di Washington Hilton, Washington, D.C. Pelaku telah diamankan,” demikian pernyataan resmi FBI yang dikutip.
Dalam waktu bersamaan, ballroom sempat dikunci dan ribuan tamu tidak diizinkan keluar hingga situasi dinyatakan aman. Namun, tak lama kemudian, para tamu mulai dievakuasi secara bertahap keluar dari gedung.
Di luar hotel, aparat kepolisian Washington, D.C., mengerahkan puluhan kendaraan taktis dan menutup area sekitar lokasi. Helikopter juga terlihat berpatroli di udara, menandakan operasi pengamanan berlangsung secara besar-besaran.
Menurut laporan BBC, sekitar tujuh hingga delapan tembakan dilepaskan dalam insiden tersebut. Namun, pelaku berhasil dihentikan sebelum mencapai area utama ballroom tempat presiden berada.
Dalam konferensi pers yang digelar setelah kejadian, Kepala Kepolisian Metropolitan Washington, Jeffery W. Carroll, mengungkapkan bahwa tersangka membawa sejumlah senjata.
“Ia dipersenjatai dengan senapan, pistol, dan beberapa pisau,” ujarnya.
Meski demikian, aparat menegaskan bahwa pelaku tidak berhasil menembus perimeter keamanan utama. Hal ini disebut sebagai bukti bahwa sistem pengamanan yang diterapkan telah berfungsi sesuai tujuan.
“Pos pemeriksaan, tempat tersangka diamankan, memang ada untuk suatu tujuan dan berfungsi dengan baik,” kata Carroll.
Pelaku diketahui merupakan seorang pria berusia 31 tahun asal Torrence, California. Ia ditangkap dalam kondisi hidup dan saat ini masih dalam penahanan aparat. Otoritas juga menyatakan bahwa pelaku tidak dikenal sebelumnya oleh kepolisian setempat.
Hingga kini, motif penyerangan masih belum diketahui. Carroll menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
“Fakta bahwa tembakan dilepaskan tidak berarti ini merupakan kegagalan keamanan,” ujarnya, menekankan bahwa sistem keamanan justru berhasil mencegah ancaman yang lebih besar.
Aparat Terkena Tembakan
Selain itu, satu agen Secret Service dilaporkan mengalami luka akibat tembakan dalam jarak dekat. Namun, nyawanya berhasil diselamatkan berkat penggunaan rompi antipeluru.
Direktur Secret Service, Sean Curran, memuji respons cepat para anggotanya dalam menghadapi situasi tersebut.
“Kami melihat secara langsung apa yang dilakukan para pria dan wanita pemberani kami setiap hari untuk melindungi orang-orang yang menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Trump yang sempat memberikan keterangan di Gedung Putih menyatakan bahwa pelaku kemungkinan merupakan aktor tunggal.
“Kesan saya, dia adalah pelaku tunggal yang tidak waras,” kata Trump, sembari menambahkan bahwa tidak ada indikasi ancaman sebelumnya sebelum acara berlangsung.
Setelah insiden, acara White House Correspondents' Dinner resmi dihentikan dan dijadwalkan ulang dalam waktu 30 hari ke depan.
Sementara itu, Jaksa Amerika Serikat untuk Washington, Jeanine Pirro, menyatakan bahwa pelaku akan segera dihadapkan ke pengadilan federal dengan sejumlah dakwaan serius.
Pelaku menghadapi dua dakwaan utama, yakni penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan serta penyerangan terhadap aparat federal menggunakan senjata berbahaya. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































