tirto.id - Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua membeberkan kronologi insiden sebaran gas misterius berbahaya yang membuat konser grup musik Kotak dihentikan lebih awal di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat pada Minggu (13/9/2026) malam.
Insiden tersebut membuat vokalis Kotak, Tantri Syalindri dan para pengunjung mengalami sesak napas.
Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat band Kotak membawakan lagu "Pelan-Pelan Saja" yang merupakan salah satu lagu andalan mereka.
"Ketika itu sudah tercium bau udara tidak enak, namun tetap performance. Namun di tengah-tengah lagu, tercium sangat pedas di mata. Beliau, Tantri Kotak, merasa tidak enak dan sesak napas," jelas Denny mengutip Antara, Selasa (15/9/2026).
Tantri bahkan harus turun dari panggung untuk menyelamatkan diri dan menggunakan oksigen portabel. Melihat situasi di bawah panggung yang mulai tidak kondusif, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk menghentikan konser tersebut.
"Diputuskan konser selesai di lagu kesepuluh. Tim Kotak ke belakang untuk recovery, teman-teman langsung mensterilkan area," kata Denny.
Denny pun menduga ada unsur kesengajaan dari oknum tertentu yang menyebarkan zat kimia atau bahan menyerupai gas air mata ke udara untuk memicu kepanikan di tengah kerumunan penonton.
"Curiganya memang sengaja menjadikan orang-orang itu panik. Nah, ini menjadi indikasi kita," jelasnya.
Kendati demikian, saat petugas melakukan pembersihan area, tidak ditemukan adanya bekas jelaga maupun serbuk di lokasi kejadian.
"Kemungkinan besar adalah zat yang memang disebar ke udara agar berasa kayak gas air mata. Ketika kami melakukan pembersihan, tidak ada bekasnya di jalan, tidak ada bekas serbuk, tapi terus habis ke udara saja," katanya.
Denny menegaskan ulah tersebut bukan dilakukan oleh penggemar maupun kerabat dari grup musik Kotak, melainkan oknum yang memanfaatkan keramaian untuk membuat kerusuhan.
"Ini hanya mungkin orang-orang yang memanfaatkan menyempatkan diri untuk membuat kerusuhan, karena mereka ingin acara ini menjadi buyar," tegasnya.
Akibat insiden tersebut, sejumlah penonton mengalami dampak kesehatan hingga kehilangan barang berharga. Tim P3K yang bertugas di lokasi memberikan pertolongan pertama kepada sejumlah penonton yang mengalami sesak napas.
Selain itu, terdapat beberapa penonton yang dilaporkan kehilangan ponsel. Pihak pengelola telah memberikan pendampingan kepada para korban untuk membuat laporan resmi.
Satu orang terduga pelaku yang diduga sebagai provokator sekaligus bagian dari aksi pencopetan berhasil diamankan oleh petugas gabungan dari keamanan internal, Satgas, dan unsur Tiga Pilar.
"Yang diduga pelaku satu orang kita laporkan, ada di Polsek Tamansari," ungkap Denny.
Diduga Muncul Bau Gas Berbahaya
Konser itu terpaksa dibubarkan oleh penyelenggara karena munculnya bau gas yang diduga berbahaya. Denny Aputra mengatakan insiden itu terjadi saat grup musik Kotak tampil pada puncak perayaan.
"Hari kedua diakhiri penampilan Armand Maulana dan Kotak. Semua berjalan lancar sampai akhirnya jam 22.45 WIB, ketika bawa lagu, tercium bau tidak enak, seperti kentut," kata Denny saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Denny menyebut ukuran panggung relatif kecil. Saat Band Kotak dengan vokalis bernama Tantri itu tampil pukul 23.00 WIB, terdapat serbuk yang membuat mata menjadi pedih hingga nafas menjadi sesak.
"Di sisi lain. Panggung itu kecil banget karena memang format (acara) seperti itu. Kotak terus perform sampai jam 23.00 WIB. Puncaknya berasa agak pedih mata di area depan dan itu bukan gas air mata. Melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya. Anehnya, serbuk ini membuat bau tidak sedap dan sesak nafas," jelasnya.
Acara kemudian sempat terhenti hingga akhirnya petugas berhasil mengamankan salah seorang pria yang diduga membawa serbuk tersebut.
Pelaku diduga ingin membuat ramai kondisi konser untuk melakukan pencurian.
"Tantri Kotak mundur dan berhenti. Sekuriti acara langsung mengamankan. Kami bersama tiga pilar mengamankan dari warga terdampak. Agar yang sesak nafas tertangani," tuturnya.
Denny mengatakan area tersebut dalam waktu 15 menit disterilkan. Pelaku kemudian diamankan ke Polsek Subsektor Pinangsia.
"Secara teknis pelaku sudah ditahan dan kami membuka call center dan DM (direct message) bila ada warga terdampak lainnya. Malam kemarin yang terdampak langsung dipulangkan dalam keadaan selamat," ungkapnya.
Denny menegaskan pihak penyelenggara hanya ingin mengantisipasi dan mengutamakan keselamatan pengisi acara dan pengunjung. Selain itu, penyelenggara juga berkomitmen untuk lebih baik san membantu pelaksanaan acara.
UPK Kota Tua menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengunjung atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam acara gratis tersebut.
Sebagai langkah evaluasi ke depan, pengelola akan memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan, mengingat area Kota Tua memiliki 13 pintu masuk yang terbilang cukup luas.
"Kami dari UPK juga ingin menyampaikan permohonan maaf bila seandainya pelaksanaan ini menjadi tidak nyaman. Kita memang mesti melihat SOP lagi keberlanjutan berikutnya lagi buat keamanan semuanya. Salah satu caranya adalah kita memperketat dan membuat ruang terbuka lebih banyak, sehingga lebih mudah kita identifikasi orang-orang yang ingin melakukan kegiatan seperti ini," kata dia.
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































