tirto.id - Bus yang ditumpangi karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Bromo, Kabupaten Probolinggo pada Minggu (14/9/2025). Kecelakaan ini menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia dan yang lainnya mengalami luka.
Rombongan nakes tersebut sedianya hendak pulang dari acara tasyakuran di Gunung Bromo. Namun bus dengan nomor polisi P 7221 UG yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di jalan pulang.
Atas terjadinya kecelakaan maut ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan duka cita kepada para keluarga korban.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa rombongan bus pariwisata di kawasan Gunung Bromo. Semoga seluruh amal ibadah korban diterima Allah Swt., keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan korban luka segera diberikan kesembuhan," tutur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Senin (15/9).
Kronologi & Penyebab Kecelakaan Bus RS Bina Sehat di Probolinggo
Melansir Antara, Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo melaporkan bahwa bus bernomor polisi P 7221 UG yang ditumpangi para nakes itu diduga mengalami rem blong.
Insiden tersebut terjadi ketika rombongan nakes RS Bina Sehat baru saja menyelesaikan wisata di Gunung Bromo.
Ketika bus tengah melintas di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, bus tersebut mengalami gagal fungsi rem. Akibatnya, bus terus melaju kencang walaupun kondisi jalan yang dilaluinya menurun dan menikung ke kiri.
Karena tidak dapat mengerem, bus tersebut kemudian menghantam pembatas jalan, sepeda motor dengan nomor polisi N 2856 OE, dan pekarangan rumah warga di sekitarnya. Setelah menabrak, bus yang hilang kendali sempat terguling.
Akibat benturan, bagian depan bus hancur dan sisi kanan kendaraan mengalami rusak parah.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, mengatakan bahwa pihaknya melakukan olah TKP untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Penyelidikan ini dijelaskan Septa dilakukan dengan bantuan Traffic Accident Analysis (TAA). Hasil olah TKP itu akan diumumkan beberapa hari ke depan.
"Dengan TAA, kami bisa menelusuri kecepatan, posisi, hingga detik-detik terakhir sebelum bus itu berhenti. Kalau tidak ada kendala, hasil segera bisa diketahui paling lambat tiga hari," katanya pada Minggu.
Penyebab kecelakaan juga masih diinvestigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hasil investigasi itu nantinya akan ditindaklanjuti terkait rekomendasi pencegahan kecelakaan serupa.
"Ini kita teman-teman KNKT sedang melakukan investigasi, nah kita menunggu hasil KNKT," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, Senin (15/9/2025) dikutip dari Antara.
Jumlah Korban Jiwa & Luka Kecelakaan Bus RS Bina Sehat
Kecelakaan maut yang dialami bus bernomor polisi P 7221 UG tersebut dilaporkan mengakibatkan delapan korban jiwa dan menyebabkan 17 orang lainnya mengalami luka sedang hingga berat. Sisanya dilaporkan mengalami cedera.
Delapan korban meninggal dalam insiden tersebut diidentifikasi merupakan karyawan dan keluarga dari karyawan RS Bina Sehat yang ikut dalam rombongan.
"Ada delapan korban yang meninggal dunia, mereka karyawan RSBS dan keluarganya, tiga di antaranya masih anak-anak," kata Direktur RSBS Jember, Faida, pada Senin.
Identitas delapan korban jiwa yang telah diidentifikasi dalam kecelakaan tersebut adalah sebagai berikut:
- Bela Puteri (10),
- Hendra Pratama (37),
- Arti Wibowati (34),
- Wardatus Soleha (35),
- Aiza Fahrani (7),
- Desi Eka (33),
- Nasha Azkiya (14),
- Hesti Purba (39).
Dari delapan korban jiwa tersebut, korban atas nama Hendra Pratama, Wardatus Soleha, dan Aiza Fahrani dilaporkan merupakan satu keluarga.
Seluruh korban jiwa tersebut kini telah dimakamkan di dua tempat, yakni Jember dan Madiun.
Sementara itu, sebanyak 17 orang lainnya mengalami luka sedang hingga berat akibat kecelakaan tersebut. Per Senin ini, sebanyak 16 korban dirawat di RSBS Jember dan 1 korban lain masih berada di RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo.
"Karena [1 korban] kondisinya masih belum stabil, sehingga masih di RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo," kata Pemilik RSBS Jember dr Faida dalam konferensi pers, Senin, dikutip dari Antara.
Sebelumnya, rombongan bus itu mengangkut sebanyak 53 orang. Sejumlah 24 orang mengalami cedera ringan, sedangkan cedera sedang hingga berat sebanyak 21 orang.
Dari jumlah itu, 8 orang harus menjalani operasi patah tulang dan 1 orang harus dioperasi bedah syaraf akibat menderita cedera kepala berat.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id
































