tirto.id - Pada Jumat (12/9/2025) dini hari, ledakan hebat terjadi secara tiba-tiba di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, hingga menyebabkan kerusakan. Polisi kemudian ungkap dugaan penyebab ledakan tersebut terjadi.
Selain kerusakan yang terjadi di sejumlah permukiman warga, ledakan pada Jumat dini hari juga dilaporkan menimbulkan korban.
Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang, menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi antara pukul 05.15 WIB hingga 05.30 WIB.
Daya ledak dari ledakan tersebut juga dilaporkan cukup besar karena berdampak hingga radius sekitar 500 meter.
Apa Penyebab Ledakan Misterius di Pamulang?
Ledakan misterius di Pamulang sempat dikhawatirkan berasal dari bom, namun polisi mengungkapkan bahwa tidak ada temuan yang mengarah pada bom dalam insiden tersebut.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menyatakan kepada bahwa –berdasarkan hasil olah TKP– ledakan tersebut diduga dikarenakan akumulasi gas dalam ruangan tertutup yang terpicu percikan api.
Menurut Henik Maryanto, kepolisian menemukan adanya regulator gas dalam keadaan rusak dan dililit isolasi hitam, serta tabung gas 12 kilogram dalam keadaan kosong di TKP. Selain itu, polisi juga menemukan adanya tuas kompor gas dalam posisi menyala atau on.
“Selain itu, terlihat adanya bekas efek api pada benda-benda yang mudah terbakar,” kata Kombes Henik Maryanto, Jumat, dikutip dari Tribrata News Polri.
Ia juga menyatakan bahwa gas tersebut diduga jadi sumber ledakan karena tidak ditemukannya residu bahan peledak di lokasi kejadian.
Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi bahwa tidak ada bom dalam ledakan misterius di Pamulang pada Jumat dini hari.
"Tidak ditemukan adanya residu bahan peledak di lokasi kejadian. Olah TKP dinyatakan selesai dan dilanjutkan dengan serah terima berita acara kepada Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan," tulis Tribrata News Polri.
Update Jumlah Korban & Kerusakan Ledakan di Pamulang
Sebelumnya, ledakan yang terjadi di Pamulang pada Jumat dini hari menyebabkan sebanyak tujuh orang korban mengalami luka-luka. Salah satu di antara korban luka tersebut merupakan balita.
Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, sebagian besar korban insiden ini mengalami luka karena tertimpa reruntuhan bangunan.
Akan tetapi, kini para korban luka telah diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan, setelah sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat dan Rumah Sakit Hermina.
"Alhamdulillah, kondisi korban baik, termasuk balita yang sempat dilaporkan jadi korban," kata Penata Layanan Operasional Danton Penanggulangan Bencana BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, pada Jumat.
Hingga Jumat malam, tidak ada laporan mengenai bertambahnya korban akibat ledakan tersebut, pun tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sementara itu, ledakan misterius pada Jumat dini hari itu berdampak pada belasan rumah di area sekitar TKP. Sebanyak tiga rumah dilaporkan roboh, empat rumah rusak sedang, dan enam lainnya mengalami rusak ringan akibat ledakan.
Menurut BPBD Kota Tangsel, kerusakan tersebut kemudian membuat sedikitnya 16 kepala keluarga (KK) dengan total 84 jiwa terdampak dan dievakuasi.
Dian mengatakan bahwa warga yang rumahnya terdampak kini diungsikan ke aula musala yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
"Di Musala Daarun Naim, yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Sementara kebutuhan mendesak di posko pengungsian, antara lain matras, selimut, terpal, air mineral, logistik sembako, tambahan gizi, serta layanan pemeriksaan kesehatan," kata Dian.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id





























