tirto.id - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mendalami penyebab pasti pemicu kebakaran yang menghanguskan enam ruko dan tiga rumah serta tujuh kendaraan di Jalan Perintis Kemerdekaan, setelah truk tangki BBM mengalami kecelakaan kemudian terbakar.
Kepala Satlantas Polres Cianjur, AKP Hardian Andrianto, di Cianjur, Minggu (2/11/2025), mengatakan kronologis awal pemicu kebakaran berawal dari truk tangki yang hilang kendali terguling dengan muatan BBM sebanyak 2.400 liter tumpah di lokasi kejadian.
“Sebelum terguling, truk yang melaju dari arah Bandung menuju Sukabumi sempat menghantam truk bermuatan air mineral yang terparkir di pinggir jalan, seluruh BBM di dalam truk tumpah di lokasi,” kata dia.
Selang beberapa saat terlihat percikan api yang mengakibatkan kebakaran di sejumlah titik di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, api membakar sejumlah bangunan ruko termasuk pos polisi di mana terparkir empat kendaraan di depannya.
Guna memastikan percikan api, tutur dia, saat ini tim Inavis Polres Cianjur dan Damkar Cianjur, melakukan pendalaman dan penyelidikan karena informasi saksi mata menyebutkan percikan api berawal dari arah tumpahan BBM di bundaran Perintis Kemerdekaan-Pasirhayam.
“Pendalaman dan penyelidikan dilakukan Inavis Polres Cianjur, guna memastikan dari mana percikan api berasal sehingga menyebabkan kebakaran di sejumlah titik termasuk bangunan ruko dan pos polisi serta kendaraan,” kata dia.
Dia menjelaskan setelah truk terguling dengan muatan BBM tumpah ke jalan, tidak langsung terjadi kebakaran, namun selang beberapa menit terlihat percikan api yang menyambar BBM yang sudah mengalir sejauh beberapa puluh meter.
Bahkan saksi mata sempat melihat api menyala di saluran air di sekitar lokasi, serta beberapa kali terdengar suara ledakan yang cukup keras, sehingga warga berhamburan menjauh dari lokasi.
“Sedangkan saat api membesar sejumlah saksi melihat seorang pengendara sepeda motor meminta tolong karena api menyambar tubuhnya, korban langsung dibawa ke RSUD Sayang Cianjur guna mendapatkan pertolongan medis,” kata dia.
Polres Cianjur Tutup Jalur Perintis Kemerdekaan
Terkait insiden ini, Kepolisian Resor Cianjur, menutup jalur menuju Bandung dari arah Sukabumi atau sebaliknya selama proses penanganan kebakaran di Jalan Perintis Kemerdekaan, arus lalu lintas diarahkan ke jalur protokol Cianjur, Minggu.
AKP Hardian mengatakan, setelah sempat berkecamuk selama empat jam api yang diduga berasal dari truk tangki BBM yang terguling dan menimbulkan percikan api hingga menjalar ke sejumlah bangunan berhasil dipadamkan setelah dikerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran.
“Selama proses penanganan dilanjutkan dengan pendinginan, kami menutup arus lalu lintas dari arah Sukabumi menuju Jalan Perintis Kemerdekaan, di mana arus dialihkan ke jalur protokol dalam kota," kata dia.
Dia menjelaskan penutupan jalur dilakukan selama proses pendinginan dan proses penyelidikan dilakukan petugas dari Polres Cianjur dan pihak Damkar Cianjur guna menemukan penyebab pasti kebakaran, sehingga pengendara diarahkan ke sejumlah jalur protokol dalam kota Cianjur.
Hal yang sama dilakukan bagi pengendara dari arah Bandung menuju Sukabumi dialihkan ke jalur yang sama, sehingga Jalan Perintis Kemerdekaan tertutup sementara dari kedua arah Sukabumi menuju Bandung atau sebaliknya dari arah Bandung menuju Sukabumi.
“Sifatnya situasional ketika pendinginan dan penyelidikan tuntas dilakukan jalur akan dibuka normal dari kedua arah,” kata dia.
Sedangkan selama jalur ditutup, petugas disiagakan di sejumlah titik untuk mengarahkan pengendara untuk mengambil jalur alternatif dan jalan protokol dalam kota Cianjur, termasuk di bundaran Tugu Lampu Gentur petugas memberikan informasi dan mengarahkan pengendara.
Pihaknya menargetkan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, sehingga saat pagi jalur sudah dapat dilalui kendaraan normal dari kedua arah, namun dia menegaskan ketika masih dilakukan penyelidikan kemungkinan penutupan berlaku hingga Minggu siang.
“Sejak Minggu dini hari beberapa radius dari lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi, sehingga kendaraan atau masyarakat dilarang melintas sampai proses evakuasi dan penyelidikan tuntas dilakukan," katanya.
Masuk tirto.id

































