Menuju konten utama
Liga Italia

Emil Audero Kena Flare di Laga Kontra Inter, Siapa Pelakunya?

Emil Audero terkena lemparan flare di laga Cremonese vs Inter, Senin (2/2) dini hari WIB. Bagaimana kronologi dan siapa pelakunya?

Emil Audero Kena Flare di Laga Kontra Inter, Siapa Pelakunya?
Penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero mengikuti sesi latihan resmi jelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz

tirto.id - Emil Audero terkena lemparan flare saat tampil di laga Cremonese vs Inter Milan dalam lanjutan Liga Italia Serie A 2025/2026. Siapa pelaku pelempar flare terhadap kiper Timnas Indonesia sekaligus eks Inter yang kini menjadi andalan Cremonese itu?

Pertandingan Cremonese vs Inter Milan digelar di Stadion Giovanni Zini, Cremona, pada Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Memasuki babak 2 jelang insiden terjadi, Audero tengah mengawal gawang timnya dan tepat di belakangnya adalah tribun tempat suporter La Beneamata berada.

Tiba-tiba sebuah flare dilempar dan jatuh di dekat Audero. Sontak saja kiper Timnas Indonesia itu terjatuh dan langsung mendapatkan perawatan tim medis. Beruntung, Audero masih bisa mengawal gawang timnya hingga pertandingan selesai.

Terduga Pelempar Flare & Respons Inter Milan

Siapa pelaku pelemparan flare yang mengenai Audero? Asal flare itu dilempar dari lokasi yang ditempati oleh suporter Inter Milan. Pihak kepolisian setempat juga telah mengidentifikasi terduga pelaku yang melempar flare tersebut.

Dikutip dari Tuttomercatoweb,pelaku bahkan siap melempar flare kedua ke arah lapangan. Sial baginya, flare itu terlanjur bereaksi lebih dulu sehingga dikabarkan membuat jari pelaku putus. Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit di bawah pemantauan otoritas keamanan.

Kubu Inter sendiri mengutuk keras aksi pelemparan flare tersebut. Kemungkinan bahwa pelakunya adalah suporter mereka sendiri tidak membuat kubu Nerazzurri pasang badan. Bahkan, Presiden dan CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, memberikan pernyataan resmi di website klub.

"Saya mengutuk keras atas apa yang terjadi hari ini. Itu adalah tindakan tidak masuk akal dan bertentangan dengan nilai-nilai olahraga, nilai yang telah kami tanamkan dan junjung tinggi sejak tim muda. Bukan hanya saya yang kecewa tetapi juga pendukung dan para pemain kami sehingga kami harus mengutuk keras aksi tersebut," kata Marotta di laman resmi klub.

"Saya yakin pihak berwenang telah melakukan penyelidikan dan pelaku akan dimintai pertanggungjawaban. Saya juga ingin memuji profesionalisme Audero yang bisa menjaga gawang hingga akhir. Itu adalah ketekunan dan tanggung jawab yang pantas mendapatkan pujian. Di atas itu semua, Inter menyatakan kecaman atas apa yang terjadi hari ini," tambahnya.

Pelatih Cremonese Minta Otoritas Tegas

Sementara itu, pelatih Cremonese, Davide Nicola, bersyukur tidak terjadi apa-apa terhadap Audero. Namun terlepas dari kondisi sang kiper, Nicola meminta agar hal-hal seperti itu dapat diberantas.

"Saya hanya melihat bagian akhir dari insiden itu dan awalnya takut Audero terkena lemparan, tapi kemudian ia merasa bisa melanjutkan permainan. Saya suka kejujuran, Audero merasa bisa bermain dan itu keputusan yang tepat," jelas Nicola di laman resmi klub.

"Itu adalah insiden yang dapat diberantas jika kita mau dan saya mengatakan ini tidak peduli siapa pelakunya. Saya meminta orang-orang yang berwenang bisa memperbaiki budaya olahraga ini dan muncul dengan solusi. Saya tidak menghakimi siapa pun di sini," tambah Nicola.

Apa yang dilakukan terduga suporter Inter memang tidak dapat dibenarkan. Apalagi Audero pernah bermain bagi La Beneamata pada musim 2023/2024. Bahkan, saat itu Audero juga turut andil atas gelar scudetto Inter pada musim tersebut.

Pertandingan Cremonese vs Inter sendiri berakhir dengan kemenangan Inter 0-2. Dua gol skuad asuhan Cristian Chivu dibuat oleh Lautaro Martinez di menit 16 dan Piotr Zielinski di menit 31.

Dalam pertandingan terakhir, Audero juga bermain cukup bagus. Terlepas dari dua gol yang masuk ke gawangnya, pemain kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) itu melakukan 2 penyelamatan sehingga timnya tidak kalah lebih telak lagi.

Dari hasil pertandingan tersebut, Inter kini semakin kokoh di puncak klasemen Liga Italia. Nerazzurri saat ini mengoleksi 55 poin dari 23 pertandingan.

Untuk saat ini Inter unggul 8 poin dari AC Milan di peringkat 2 dengan 47 poin. Tapi jarak itu bisa kembali menjadi 5 poin karena Milan baru akan bermain melawan Bologna pada hari Rabu 4 Februari pukul 02.45 WIB.

Bagi Cremonese, kekalahan itu membuat mereka ada di peringkat 15 dengan 23 poin. Kekalahan itu juga membuat Cremonese tidak pernah menang dalam sembilan laga terakhir atau sejak mengalahkan Lecce 2-0 pada 7 Desember 2025 lalu.

Baca juga artikel terkait LIGA ITALIA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama