Menuju konten utama

Kredit BNI Tumbuh 7,6 Persen Jadi Rp695 Triliun Sepanjang 2023

BNI mencatat pertumbuhan kredit sepanjang 2023 sebesar 7,6 persen secara tahunan atau mencapai Rp695 triliun.

Kredit BNI Tumbuh 7,6 Persen Jadi Rp695 Triliun Sepanjang 2023
Petugas keamanan memeriksa suhu tubuh nasabah bank BNI Syariah Lhokseumawe, Aceh, Jumat (13/3/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/ama.

tirto.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat pertumbuhan kredit sepanjang 2023 sebesar 7,6 persen secara tahunan atau mencapai Rp695 triliun. Direktur Finance BNI, Novita Widya Anggraini, menyampaikan, BNI mampu menjaga kinerja dengan baik.

"Didorong oleh ekspansi di segmen berisiko rendah, yaitu korporasi blue chip baik swasta dan BUMN, kredit konsumer, dan perusahaan anak," kata Novita dalam Konferensi Pers 'Full Year 2023 BNI', Jumat (26/1/2024).

Capaian sepanjang 2023, korporasi blue chip swasta tumbuh 14,3 persen yoy, blue chip BUMN tumbuh 11,8 persen yoy, kredit konsumer tumbuh 13,6 persen yoy, serta Perusahaan Anak yang tumbuh 134 persen yoy.

Kontribusi perusahaan anak ditopang oleh penguatan kinerja yang sustain seiring dengan transformasi perusahaan anak yang sedang berjalan seperti di BNI Finance dan Hibank.

Lebih lanjut, BNI Finance melakukan memfokuskan kembali bisnis ke pembiayaan segmen konsumer sehingga dapat melengkapi pilihan produk BNI Group melalui pemberian kredit kendaraan bermotor (KKB). BNI Finance telah berhasil membukukan kredit konsumer sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 1.211 persen yoy dengan new booking selama tahun 2023 mencapai Rp2,7 triliun.

Sementara itu, bank sebagai penyedia solusi finansial terintegrasi berbasis digital khususnya pada segmen UMKM, berhasil membukukan pertumbuhan kredit segmen UMKM mencapai 94 persen yoy.

Perusahaan anak lainnya seperti BNI Sekuritas Group, BNI Life dan BNI Ventures juga turut memberikan kontribusi kepada BNI secara konsolidasi sehingga nantinya akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi BNI Group.

"Berdasarkan sektor ekonomi, seluruh sektor secara umum tumbuh positif dengan kontributor terbesar antara lain dari sektor perdagangan, industri manufaktur, energi, dan jasa dunia usaha," ujar Novita.

Layanan digital saat Hari Pelanggan Nasional

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Royke Tumilaar (kanan) bersama Direktur Network dan Services Ronny Venir (kedua kanan) berbincang dengan petugas saat Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) di kantor cabang BNI, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (4/9/2023). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/nym.

Sementara itu, Direktur Risk Management, David Pirzada, mengatakan, selama 2023, BNI telah melakukan berbagai inisiatif sebagai penggerak pertama yaitu penerapan lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance atau ESG) pada sektor perbankan.

"Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan menetapkan target net zero emission (NZE) aktivitas operasional BNI pada 2028 dan pembiayaan pada tahun 2060. BNI akan mendorong sejumlah inisiatif baik dari sisi operasional maupun pembiayaan," kata David.

Dia menjelaskan, dari sisi operasional, BNI telah melakukan perhitungan ruang lingkup emisi 1, 2, dan 3 baik di kantor pusat, wilayah, dan cabang sesuai standar greenhouse gas (GHG) protokol. Sementara itu, untuk usaha penurunan emisi, BNI akan meningkatkan upaya efisiensi energi sampai ke level wilayah dan cabang serta memperbaiki proses pengelolaan sampah untuk mengimplementasikan servis zero-waste to landfill.

Dari sisi pembiayaan, BNI terus mengupayakan peningkatan pembiayaan green loan, pada 2023 pembiayaan di kategori ini mencapai Rp67,9 triliun atau tumbuh sebesar 13,6 persen dari posisi Desember 2022.

Sebelumnya, pada 2022, bank berkode emiten BBNI ini telah mencatat penyaluran kredit sebesar Rp649,19 triliun, atau tumbuh di atas target yaitu mencapai 10,9 persen yoy.

Kemudian diikuti dengan rasio pendapatan bunga bersih di posisi 4,8 persen. Total kredit restrukturisasi COVID-19 pada saat itu perseroan dilaporkan menurun 31,2 persen yoy mencapai Rp49,6 triliun sepanjang 2022.

Baca juga artikel terkait BNI atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Flash news
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Intan Umbari Prihatin