Menuju konten utama

KPK Periksa Catur Budi Harto terkait Korupsi Pengadaan EDC BRI

Jubir KPK belum menjelaskan mengenai materi pemeriksaan yang akan digali dari Catur Budi Harto terkait korupsi pengadaan EDC Bank BRI.

KPK Periksa Catur Budi Harto terkait Korupsi Pengadaan EDC BRI
Mantan Wakil Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Catur Budi Harto berjalan menuruni tangga usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (26/6/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.

tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) 2020-2024, Catur Budi Harto.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, Catur yang merupakan mantan Wakil Direktur Utama BRI ini, diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK atas nama CBH, Karyawan BUMN," kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (10/9/2025).

Budi memastikan, Catur telah hadir di Gedung Merah Putih KPK. Hingga saat berita ini ditulis, Catur masih menjalani pemeriksaan. Meski begitu, Budi belum menjelaskan mengenai materi pemeriksaan yang akan digali dari Catur.

Diketahui, dalam kasus ini Catur telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan empat orang lainnya yaitu eks Direktur Digital, Teknologi Informasi & Operasi BRI Indra Utoyo.

Kemudian, eks SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan BRI Dedi Sunardi; Direktur Utama PT Pasifik Cipta Solusi Elvizar; dan Direktur Utama ⁠PT Bringin Inti Teknologi, Rudy Suprayudi Kartadidjaja.

Namun, hingga saat ini kelima saksi belum ditahan oleh KPK. Mereka, dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 dan Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam proses pengadaan ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp744 miliar dari nilai proyek. KPK telah menyita uang senilai Rp10 miliar terkait kasus ini.

Baca juga artikel terkait KORUPSI atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto