tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan balik saksi kasus dugaan korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan, Linda Susanti, ke Polda Metro Jaya. Pelaporan dilakukan terkait pemalsuan dokumen atas aset yang diduga berhubungan dengan kasus korupsi eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan.
"Iya benar (laporan KPK kami terima) di Februari 2026 kemarin terkait pemalsuan dokumen," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/3/2026).
Budi menerangkan, laporan itu saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Dia memastikan, tim penyidik memproses kasus ini dengan hati-hati. Menurut Budi, saat ini tim penyelidik tengah menyusun langkah pemeriksaan terhadap pelapor maupun saksi. Di sisi lain, tim penyelidik tengah mengkaji alat bukti yang dilampirkan dalam laporan tersebut.
"Akan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, saksi dan analisa barang bukti. Sudah berjalan saat ini masih dalam penyelidikan," tutur dia.
Sebelumnya, Linda Susanti yang merupakan saksi dalam kasus suap hakim Mahkamah Agung (MA) mendatangi Mabes Polri untuk bertemu dengan Satgas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Linda bersama pengacaranya, Deolipa Yumara, melaporkan dugaan penggelapan asetnya yang dilakukan oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Linda mengungkap bahwa dirinya merugi karena aset yang disimpan dalam safe deposit box Bank BCA diambil penyidik KPK dengan dalih penyitaan terkait kasus suap hakim MA. Padahal, dia hanya mendapatkan dua batang emas dari adik terpidana Hasbi Hasan, Hamka Hasan, dan Sulaiman sebagai pembayaran utang.
"Totalnya 45 juta dolar. Kalau dirupiahin Rp700 miliar," ucap Linda di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
Menurut Linda, dirinya juga mendapat ancaman saat berupaya mendapatkan kembali aset-asetnya tersebut. Mobilnya juga pernah dirusak orang tidak dikenal, tetapi barang-barang berharganya dalam mobil tidak ada yang hilang.
"Terornya itu dari tahun kemarin. Ini contohnya, ini mobil yang dipecahkan. Terus juga ada teror ke anak saya, datang ke kampus anak saya. Terus juga ada teror ke rumah saya. Terus ada teror juga pada saat saya mau ke Singapura," ungkap Linda.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































