tirto.id - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal, mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk bergerak cepat menangani kasus penculikan terhadap empat warga negara Indonesia (WNI) oleh bajak laut di Perairan Gabon, Afrika Tengah.
Menurut Syamsu Rizal, pemerintah tidak boleh menunggu terlalu lama untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Jika kabar penculikan tersebut terbukti benar, maka langkah-langkah penanganan harus segera ditentukan secara terukur dan terkoordinasi.
“Keselamatan empat WNI harus menjadi prioritas utama. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, harus bergerak cepat dan tidak boleh lamban menghadapi situasi seperti ini,” ujar Daeng Ical dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).
Kemudian, ia menegaskan bahwa Kemlu perlu segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik di dalam negeri maupun dengan otoritas setempat, dan mitra internasional. Hal tersebut untuk menentukan langkah terbaik dalam upaya penyelamatan para WNI tersebut.
“Jika informasi ini benar, maka Kemenlu harus segera melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan aparat keamanan dan pemerintah negara setempat, agar langkah yang diambil tepat dan efektif,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dalam menangani kasus serupa. Ia mencontohkan keberhasilan penyelamatan WNI dan kapal kargo MV Sinar Kudus yang dibajak perompak di Perairan Somalia pada tahun 2011.
“TNI memiliki pengalaman berharga dalam operasi penyelamatan WNI di luar negeri, seperti pada kasus MV Sinar Kudus. Pengalaman tersebut harus menjadi modal penting jika diperlukan langkah-langkah khusus demi menyelamatkan saudara-saudara kita,” katanya.
Dia pun berharap pemerintah dapat bertindak cepat, terukur, dan mengedepankan keselamatan para WNI, sekaligus memastikan komunikasi yang transparan kepada publik dan keluarga korban.
Sebagai informasi, sebanyak empat warga WNI dan warga negara China dilaporkan diculik bajak laut dari kapal ikan di perairan Gabon. Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon, tepatnya Teluk Guinea, pada Sabtu (10/1/2026).
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id

































