tirto.id -
Salah satunya adalah program DEB “Uma Palak Lestari”, binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Regional Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara), yang berlokasi di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali.
Guna melihat langsung keberhasilan program TJSL tersebut, Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, dan Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, melakukan kunjungan ke lokasi program pada Sabtu (30/5). Kunjungan tersebut didampingi Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta jajaran manajemen Pertamina.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran komisaris meninjau berbagai fasilitas program sekaligus melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.
Sebelumnya, masyarakat dihadapkan pada keterbatasan pasokan air untuk pertanian, terutama saat musim kemarau panjang yang menyebabkan penurunan hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan petani. Program DEB hadir merespons kondisi tersebut melalui pengembangan pertanian pangan berkelanjutan yang didukung pemanfaatan energi baru terbarukan, sekaligus pengembangan kawasan ekowisata dan eduwisata.
Pada sektor pertanian, Pertamina menghadirkan sistem pengairan dengan pembangkit yang memanfaatkan Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro berkapasitas 21 kWp. Pemanfaatan energi bersih ini mampu menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun. Sistem tersebut telah mengairi lahan pertanian seluas 103 hektare yang dilengkapi teknologi pengairan digital serta penggunaan alat pertanian elektrik, seperti traktor dan mesin penggiling padi.
Selain itu, Pertamina juga membangun fasilitas Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, serta memberikan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.
Program ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Dampak ekonomi yang dihasilkan antara lain penghematan biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun serta peningkatan produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Sementara itu, lahan seluas 5 hektare dikembangkan menjadi area budidaya padi organik varietas Mentik Susu dengan omzet mencapai Rp476 juta per tahun.
Tidak hanya di sektor pertanian, program ini juga mengembangkan kawasan ekowisata dan eduwisata melalui pembangunan ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, dan camping ground yang mampu menarik sekitar 72 ribu wisatawan lokal maupun mancanegara. Setiap tahun, pendapatan masyarakat mencapai Rp64 juta.
Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang menilai program TJSL di DEB Uma Palak Lestari merupakan contoh program pemberdayaan yang berhasil mengintegrasikan sektor pertanian, energi mandiri, dan pengembangan wisata berbasis masyarakat. Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina, hasil panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat,” ujar Nanik.
Ia juga berharap program tersebut dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina lainnya.
“Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata, dan lainnya,” harap Nanik.
Senada dengan itu, Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono menegaskan bahwa program TJSL harus mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Pertamina berupaya memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan. Melalui manfaat yang dirasakan secara nyata, semoga hal ini membuat mereka memiliki kesadaran untuk turut menjaga kehadiran Pertamina sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional,” harapnya.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, turut mengapresiasi dukungan Pertamina yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kelompok tani setempat.
“Sejak kehadiran program TJSL Pertamina pada 2021 hingga 2026, melalui berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan, ternyata mampu meningkatkan hasil pertanian dan juga kesejahteraan ekonomi anggota kelompok tani serta masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina,” tutupnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































