Menuju konten utama

Komdigi dan Dewan Pers Gelar Diskusi Literasi AI untuk Jurnalis

Acara media talks untuk meningkatkan kemampuan para jurnalis agar dapat beradaptasi di era AI.

Komdigi dan Dewan Pers Gelar Diskusi Literasi AI untuk Jurnalis
Farida Dewi Maharani, Plt. Direktur Ekosistem Media Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, memberi sambutan dalam acara Media Talks: Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang diselenggarakan di Yogyakarta, Senin (6/10/2025). FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-02.jpg
Media Talks: Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang berlangsung di Harper Malioboro Yogyakarta, pada Senin (6/10/2025), dihadiri oleh Plt. Direktur Ekosistem Media Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Farida Dewi Maharani (tengah), Wakil Pemimpin Redaksi tirto.id (kiri), dan Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti. FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-03.jpg
Foto bersama narasumber dan peserta undangan dalam acara Media Talks: Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang berlangsung di Harper Malioboro Yogyakarta, pada Senin (6/10/2025). FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-04.jpg
Diskusi Masa Depan Jurnalisme di Era Ai dimoderatori oleh Rina Nurjanah, dengan narasumber Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, Olivia Lewi Pramesti selaku dosen ilmu komunikasi FISIP Universitas Atmajaya, dan Wakil Pemimpin Redaksi tirto.id, Agung DH. FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-05.jpg
Peserta Diskusi Media Talks : Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang dilaksanakan di Harper Malioboro Jogja pada Senin, 6 Oktober 2025. FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-06.jpg
MC saat membuka acara diskusi Media Talks : Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang dilaksanakan di Harper Malioboro Jogja pada Senin, 6 Oktober 2025. FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-07.jpg
Pemberian souvenir kepada peserta dalam sesi diskusi Masa Depan Jurnalisme di Era AI. FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-08.jpg
Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti saat berdikusi dengan peserta dalam acara Media Talks : Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang dilaksanakan di Harper Malioboro Jogja pada Senin, 6 Oktober 2025. FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-09.jpg
Sharing session penggunaan AI di ruang redaksi dalam acara Media Talks : Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang dilaksanakan di Harper Malioboro Jogja pada Senin, 6 Oktober 2025. FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-10.jpg
Sesi tanya jawab bersama peserta terkait penggunaan AI di ruang redaksi dalam acara Media Talks : Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang dilaksanakan di Harper Malioboro Jogja pada Senin, 6 Oktober 2025. FOTO/tirto.id
2025/10/07/foto-tirto-komdigi-11.jpg
Foto bersama penutupan kegiatan Media Talks : Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang dilaksanakan di Harper Malioboro Jogja pada Senin, 6 Oktober 2025. FOTO/tirto.id

tirto.id - Media Talks: Masa Depan Jurnalisme di Era AI yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Dewan Pers berhasil digelar di Yogyakarta pada Senin (6/10/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kemampuan para jurnalis agar dapat beradaptasi di era AI.

Plt Direktur Ekosistem Media pada Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan bahwa perkembangan teknologi AI cukup masif dalam 10 tahun terakhir. AI dipandang memberikan peluang yang cukup besar. Namun di sisi lain, AI memiliki tantangan yang sangat luar biasa.

Oleh sebab itu, Dewi menekankan pentingnya jurnalis untuk tetap menjunjung tinggi integritas dan independensi. Dia juga menekankan agar jurnalis selalu berpegang pada kode etik jurnalistik.

"Untuk memastikan bahwa kemudahan informasi yang baik dan benar untuk publik," kata Dewi di hadapan jurnalis dari media lokal, media baru, dan pers mahasiswa di Kota Yogyakarta.

Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, dalam sesi diskusi pun menegaskan hal yang serupa. Keberadaan AI adalah alat bermata dua, memberi efisiensi sekaligus menimbulkan risiko bias, erosi kredibilitas, dan tantangan etika. Oleh karena itu Dewan Pers mengingatkan pentingnya verifikasi, integritas, dan mindset human-centred sebelum mengintegrasikan teknologi.

Dewan Pers juga telah merilis Peraturan No.1/2025 tentang Pedoman Penggunaan AI dalam Karya Jurnalistik. Acara ditutup dengan sesi sharing session yang bertujuan membekali jurnalis agar bisa memanfaatkan AI tanpa mengorbankan profesionalisme.

Baca juga artikel terkait FOTO-TIRTO atau tulisan lainnya dari Fandhi Cahyadi

Oleh: Fandhi Cahyadi