Menuju konten utama

Klarifikasi Dedi Mulyadi Soal Perdebatannya dengan Aura Cinta

Untuk mengatasi permasalahan remaja, Dedi menyebut diperlukan tindakan nyata dan bukan hanya diskusi semata.

Klarifikasi Dedi Mulyadi Soal Perdebatannya dengan Aura Cinta
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam kegiatan Melepas Penerbangan dala rangka Operasi Modifikasi Cuaca di Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (11/3/2025). (Dini Putri Rahmayanti/Tirto.id)

tirto.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, buka suara perihal perdebatannya dengan Aura Cinta, seorang remaja wanita asal Cikarang, Kabupaten Bekasi, yang mengkritik kebijakan Dedi melarang acara perpisahan atau wisuda di sekolah di Jawa Barat.

Dedi menyebut bahwa perdebatan antara dirinya dan Aura dapat menjadi gambaran tentang masa depan anak-anak di Indonesia.

“Dialog saya dengan Aura itu adalah dialog yang ingin menggambarkan tentang masa depan anak-anak kita,” ujar Dedi dikutip dari keterangannya dalam video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71, Selasa (29/4/2025).

Dedi menyebut bahwa Aura bukan lagi berstatus sebagai remaja, melainkan sudah berstatus sebagai orang dewasa. Sebab, Aura disebutnya sudah hampir berusia 20 tahun dan lulus SMA sejak setahun yang lalu.

“Aura bukanlah anak remaja, tapi menurut saya sudah dalam kategori dewasa. Karena, usianya sudah hampir 20 tahun. Dan dia lulus SMA setahun yang lalu,” ucapnya.

Terlebih lagi, Dedi menyebut Aura sudah tidak cocok untuk disebut sebagai remaja karena dia sudah bisa mendapatkan penghasilan secara pribadi dengan pekerjaannya sebagai bintang iklan.

“Dan dia sudah menjadi bintang iklan, sudah bisa mencari uang oleh dirinya sendiri. Jadi, bukanlah kategori remaja apalagi anak-anak,” kata Dedi.

Dedi menyampaikan bahwa perilaku remaja saat ini sudah menjadi permasalahan akut. Dia bahkan menyebut bahwa perilaku-perilaku remaja sudah menjurus pada tindak kriminal.

“Kemudian, berikutnya adalah bahwa problem remaja hari ini itu sudah menjadi problem akut. Bahkan mengerikan. Tindakan-tindakannya sudah menjurus pada kriminal,” tutur Dedi.

Dedi mencontohkan dua orang remaja SMP di Purwakarta yang menganiaya kakeknya karena dilarang untuk menggunakan sepeda motor pada pukul 11 malam.

“Salah satu contoh di sebuah daerah, ada dua orang anak SMP yang tega menghabisi kakeknya gara-gara dilarang pakai motor keluar jam 11 malam. Kebiasaannya dia main mobile legend sampai jam 4 dini hari,” sebut Dedi.

Untuk mengatasi permasalahan remaja tersebut, Dedi menyebut diperlukan tindakan nyata dan bukan hanya diskusi atau wacana semata.

“Dan saya juga berkonsentrasi untuk tidak boleh lagi ada anak-anak, anak remaja yang minta-minta di jalan. Saya ingin terus membenahi ini dengan baik,” tuturnya.

Sebelumnya, nama Aura Cinta menjadi perhatian setelah dia muncul di kanal YouTube Dedi Mulyadi. Aura viral karena berani mengkritik sang Gubernur Jawa Barat soal kebijakan perpisahan atau wisuda anak sekolah yang dilarang oleh Dedi.

Menurut Aura, wisuda adalah hal yang penting untuk merayakan momen kelulusan. Dia pun berpesan agar wisuda tidak dihapus karena tidak semua orang akan menerimanya.

“Mohon maaf ya Pak, saya bukannya menolak kebijakan Bapak. Maksudnya, apa pun itu saya mendukung. Cuma jangan dihapus Pak, enggak semua orang itu bisa terima," tutur Aura dalam video yang diunggah di akun Youtube Dedi Mulyadi, Sabtu (26/4/2025).

Menanggapi hal itu, Dedi mengatakan bahwa bagi keluarga miskin, uang untuk wisuda akan lebih bermanfaat jika digunakan hal lain. Dia menambahkan bahwa jika menyadari kemampuan ekonomi rendah, maka sebaiknya pengeluaran dapat dialihkan ke hal yang lebih bermanfaat.

"Seluruh pengeluaran ditekan, digunakan untuk yang positif, pengembangan diri. Lah, ini orang enggak punya, tinggal di bantaran sungai," katanya.

Dedi menambahkan bahwa banyak orang tua yang menyambut baik kebijakan penghapusan wisuda untuk anak sekolah.

"Orang tua yang lain itu menyambut gembira ketika wisuda dihapus. Keluarga ini menolak wisuda dihapus," kata Dedi kepada Aura.

Baca juga artikel terkait JAWA BARAT atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi