Menuju konten utama

KKP Dorong Transparansi Rantai Pasokan Ikan Melalui Stelina

Konsumen global kini semakin selektif terhadap produk perikanan yang dikonsumsi, terutama soal metode penangkapan, budi daya, hingga ekosistemnya.

KKP Dorong Transparansi Rantai Pasokan Ikan Melalui Stelina
Nelayan menguras rembesan air laut dari lambung perahu di dermaga Kampung Nelayan Bahari Tambaklorok, Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (17/6/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.

tirto.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong transparansi rantai pasokan ikan di tengah pasar global yang semakin mengetat. Upaya ini dilakukan melalui penerapan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina).

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, mengatakan tuntutan pasar global kini tidak lagi hanya soal kualitas produk. Asal-usul dan proses produksi ikan menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing.

“Produk perikanan yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar produk yang berkualitas, tetapi juga yang berasal dari rantai pasok yang legal, transparan, tertelusur, serta menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,” ujar Herdiawan dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan konsumen global kini semakin selektif terhadap produk perikanan yang dikonsumsi. Informasi terkait metode penangkapan, budi daya, hingga dampak terhadap ekosistem menjadi perhatian utama.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ketertelusuran bukan lagi sekadar nilai tambah. Sistem transparansi rantai pasok telah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi pelaku usaha.

“Kebutuhan pasar tersebut kita jawab dengan Stelina,” tegasnya.

KKP pun telah menggelar Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement Workshop pada 8 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait pentingnya sistem ketertelusuran.

Selain itu, program prioritas Presiden Prabowo berupa Kampung Nelayan Merah Putih juga diarahkan mendukung sistem ini. Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga terhubung dengan pasar global.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menyebut Stelina sebagai solusi berbasis kolaborasi antar sistem. Teknologi QR code akan digunakan untuk memastikan integrasi data dari hulu hingga hilir.

Melalui sistem tersebut, seluruh perjalanan produk perikanan dapat direkam secara transparan. Informasi mulai dari proses produksi hingga sampai ke konsumen akan terdokumentasi dengan baik.

“Sistem ini juga menepis isu bahwa produk perikanan Indonesia berasal dari praktik illegal fishing maupun diproduksi dengan cara yang tidak ramah lingkungan,” kata Machmud.

KKP meyakini, penguatan transparansi rantai pasok akan meningkatkan kepercayaan pasar global. Langkah ini sekaligus menjadi strategi menjaga daya saing ekspor perikanan Indonesia di tengah standar yang semakin ketat.

Baca juga artikel terkait SEKTOR PERIKANAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto