Menuju konten utama

Khutbah Jumat Ramadhan 2024 Menyambut Idul Fitri & Syawal

Khutbah Jumat Ramadhan 2024 menyambut Idul Fitri dan Syawal yang menyentuh hati.

Khutbah Jumat Ramadhan 2024 Menyambut Idul Fitri & Syawal
Ilustrasi Khutbah Jumat. foto/istockphoto

tirto.id - Khutbah Jumat Ramadhan 2024 menyambut Idul Fitri dan Syawal 1445 H dapat menjadi inspirasi umat Islam untuk mempersiapkan diri. Selain bersiap untuk melepas Ramadhan yang akan berakhir pada Selasa, 9 April 2024, kaum muslimin juga bersiap menjelang datangnya Syawal yang bermakna peningkatan.

Hari Raya Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah menjalankan puasa sebulan penuh, juga mendirikan serangkaian ibadah wajib dan sunnah.

Umat Islam yang menemui Idul Fitri ibarat bersih kembali karena mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Namun, hal itu belum cukup, karena kaum muslim masih membutuhkan ampunan dari sesama manusia.

Manusia sebagai makhluk sosial, tidak mungkin dapat luput dari kesalahan kepada manusia lainnya. Oleh sebab itu, Hari Raya Idul Fitri dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk meminta maaf dan keikhlasan atas segala perbuatan yang telah dibuat secara sengaja maupun tidak kepada keluarga, guru, sahabat, dan sebagainya.

Di sisi lain, Islam menganjurkan umat Islam supaya tidak lalai di bulan Syawal. Meskipun Ramadan telah berakhir, amalan-amalan sunahnya sebaiknya dapat dilanggengkan di bulan Syawal seperti bersedekah, tadarus Al-Qur’an, iktikaf, hingga qiyamul lail.

Contoh Khutbah Jumat Ramadhan 2024 Menyambut Idul Fitri

Berikut ini contoh teks khutbah Jumat edisi Ramadhan 2024 tentang menyambut Idul Fitri dan Syawal.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السَّبَاقِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ، صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ
أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً صَفَا مَوْرِدُهَا وَرَاقَ، نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاَةَ مِنْ نَارٍ شَدِيْدَةِ الْاَحْرَاقِ، وَأَنْ يَهُوْنَ بِهَا عَلَيْنَا كُرْبُ السِّيَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفَ الْخَلْقِ عَلَى الْاِطْلَاقِ، اَلَّذِيْ أُسْرِيَ بِهِ عَلَى الْبَرَاقِ، حَتَّى جَاوَزَ السَّبْعَ الطِّبَاقِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Segala puji bagi Allah, Zat yang maha membolak-balikan hati manusia. Selawat dan salam semoga senantiasa tersampaikan kepada Nabi Muhammad Saw, sosok yang diutus sebagai penutup para nabi dan rasul Allah Swt. Amma bakdu.

Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,

Ketahuilah bahwa orang-orang yang paling mulia di hadapan Allah Swt. adalah mereka yang senantiasa bertakwa. Maka dari itu, patuhlah kepada perintah dan larangan Allah Swt. serta mohon ampunlah atas segala dosa yang diperbuat.

Khatib dalam kesempatan penuh berkah ini akan menyampaikan khotbah seputar menyambut Idul Fitri dan Syawal.

Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,

Umat Islam sebentar lagi akan menemui Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Pada momentum hari kemenangan tersebut, kaum muslim sebaiknya dapat memanfaatkan dengan melakukan halalbihalal kepada keluarga, guru, tetangga, teman, dan sebagainya.

Pada bulan Ramadan, umat Islam yang telah mukalaf tanpa uzur syar'i diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Salah satu keutamaan dari menjalankan ibadah wajib tersebut adalah diampuni dosa-dosa kepada Allah Swt. yang telah lalu.

Dalam riwayat hadis dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (H.R. Bukhari no. 38 dan Muslim No. 860).

Pada bulan Ramadan, umat Islam juga dianjurkan menjalankan berbagai amalan sunah seperti salat Tarawih, iktikaf, tadarus Al-Qur'an, hingga bersedekah.

Kaum muslim yang menjalankan perbuatan-perbuatan ibadah di bulan Ramadan juga dihapuskan dosa-dosanya yang telah lalu kepada Allah Swt. sebagaimana bunyi hadis dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda sebagai berikut:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

"Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar [mengisi dengan ibadah] karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala [hanya dariNya] maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala [hanya dariNya] maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya," (HR. Bukhari No. 1768).

Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,

Mencermati hadis-hadis yang telah disebutkan, kaum muslim memiliki banyak peluang untuk diampuni Allah Swt. terkait dosa-dosanya terdahulu berkat amalan sepanjang bulan Ramadan. Namun, keadaan tersebut belum cukup bagi seorang muslim, karena mereka kemungkinan masih memiliki dosa kepada sesama.

Oleh sebab itu, momen Hari Raya Idul Fitri sebaiknya dapat dimanfaatkan untuk meminta keridaan dan keikhlasan atas dosa-dosa yang telah dilakukan kepada sesama, salah satunya melalui halalbihalal. Dalam sebuah hadis dari Salman Al-Farisy Ra, Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut:

"إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا لَقِيَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ فَأَخَذَ بِيَدِهِ تَحَاتَّتْ عَنْهُمَا ذُنُوبُهُمَا، كَمَا تَتَحَاتُ الْوَرَقُ مِنَ الشَّجَرَةِ الْيَابِسَةِ فِي يَوْمِ رِيحٍ عَاصِفٍ، وَإِلا غُفِرَ لَهُمَا، وَلَوْ كَانَتْ ذُنُوبُهُمَا مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ" - رواه الطبراني

Artinya, “Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu dengan saudaranya sesama muslim kemudian keduanya berjabat tangan, maka akan gugurlah dosa-dosa keduanya sebagaimana bergugurannya daun-daun kering di hari angin bertiup kencang. Ataupun jika tidak, maka dosa-dosa keduanya akan diampuni walaupun seumpama sebanyak buih di lautan,” (H.R. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,

Meskipun Ramadan akan berlalu, namun umat Islam di bulan Syawal dianjurkan untuk mempertahankan, terlebih meningkatkan amalan-amalan saleh yang telah dikerjakan sebelumnya di bulan suci. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 mengenai perintah takwa sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Arab Latinnya:

Yā ayyuhal-lażīna āmanuttaqullāha waltanẓur nafsum mā qaddamat ligad(in), wattaqullāh(a), innallāha khabīrum bimā ta‘malūn(a).

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok [akhirat]. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,

Demikianlah khotbah tentang menyambut Idul Fitri dan Syawal 2024. Semoga apa yang telah disampaikan memberikan kebermanfaatan kepada khatib maupun jemaah sekalian. Di samping itu, Allah Swt. menjadi rida atas segala amalan yang kita perbuat. Aamiin allahumma aamiin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2024 atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fitra Firdaus