Menuju konten utama

Kesaksian Kasus Daycare Little Aresha Jogja: Anak Kena Pneumonia

Salah seorang orang tua korban mengatakan anaknya mengalami luka lebam hingga pneumonia yang diduga terkait kasus Little Aresha Daycare Jogja.

Kesaksian Kasus Daycare Little Aresha Jogja: Anak Kena Pneumonia
Ilustrasi Daycare. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Noorman Windarto salah seorang orang tua yang anaknya dititipkan di Daycare Little Aresha Yogyakarta menceritakan soal dugaan penganiayaan dan tindakan tak manusiawi yang dialami anaknya. Anak Noorman menjadi salah satu dari 53 anak yang diduga menjadi korban di Little Aresha.

Noorman menggunakan jasa Little Aresha sejak tahun 2022. Saat itu diawali dari menitipkan anak pertama saat berusia 2 tahun, lalu disusul adiknya.

"Dua anak saya dititipkan di sana. Kakaknya dititipkan saat tahun 2022 ketika berumur dua tahun. Kemudian tahun 2025 ketika berusia lima tahun, sudah tidak dititipkan di sana. Adiknya, dititipkan dari umur tiga bulan sampai sekarang," kata Noorman di Yogyakarta, Minggu (26/4/2026).

Noorman menerangkan dirinya baru tahu kalau anaknya menjadi korban usai ditelepon sang istri ketika terjadi penggerebekan di Little Alesha. Noorman lantas diperlihatkan video penggerebekan dan mendapati anak-anak diperlakukan tidak manusiawi.

"Saya ditunjukkan video saat ada penggerebekan. Ternyata anak-anak itu diperlakukan sangat tidak manusiawi. Anak-anak ditelanjangin, hanya pakai popok kemudian diikat pakai kain. Kemudian ditidurkan di lantai hanya pakai alas biasa," terang Noorman.

Kejanggalan pada Fisik Anak

Usai penggerebekan, Noorman baru sadar kalau anaknya selama ini menjadi korban. Setelah merenung, Noorman kemudian menemukan berbagai kejanggalan kondisi anaknya.

Noorman menuturkan bahwa setiap pagi jika anaknya mau dimandikan untuk berangkat sekolah, selalu menangis ketakutan. Ini terjadi setiap hari sekolah atau dari Senin sampai Jumat.

"Dari Senin sampai Jumat kalau mandi mau berangkat sekolah pasti menangis seperti ketakutan. Kalau Sabtu dan Minggu, natural saja. Mandinya tidak pakai nangis. Saat ini saya baru ngeh mungkin ini semacam trauma ya," terang Noorman.

Noorman juga pernah menemukan adanya luka lebam pada anak perempuannya. Luka ini ada di bagian punggung dan selangkangan. Selain itu Noorman juga pernah mendapati anaknya mengalami luka di bagian bibir.

Kejadian temuan luka ini pernah ditanyakan langsung kepada pengasuh yang bertugas. Ketika itu sang pengasuh hanya menjawab jika luka-luka itu sudah ada dari rumah dan di sekolah tidak luka.

"Pernah saya konfirmasi ke miss-nya (pengasuhnya). Katanya itu sudah dari rumah. Padahal saya sangat konsen dan tahu tak ada luka itu karena yang memandikan pas mau berangkat ke sekolah saya. Gak ada lukanya. Itu saya sudah mulai janggal. Pas luka di bibir juga saya tanyakan. Katanya terantuk atau digigit sendiri," urai Noorman.

Selain luka, kejanggalan lain yang dirasakan yakni anak perempuan Noorman kerap mengalami batuk dan pilek.

"Anak yang nomor dua, setiap bulan masuk rumah sakit. Diperiksa dokter divonis anak saya pneumonia. Saya gak menyangka kalau kondisi ini ternyata disebabkan karena perlakuan di daycare anak saya," ungkap Noorman.

Noorman menambahkan awalnya dirinya begitu percaya dengan Little Aresha karena pemilik yayasan sangat ramah bahkan menjanjikan berbagai fasilitas. Tak hanya itu dalam daftar nama pengurus, pengasuh hingga tenaga kesehatan juga dicantumkan nama-namanya.

Terkait kasus dugaan penganiayaan dan perlakuan tak manusiawi ini, Noorman berharap semua pelakunya bisa dihukum seberat-beratnya. Baginya trauma yang dialami anak-anak yang dititipkan ini butuh waktu lama untuk pulih.

"Harapan saya semua yang terlibat ini bisa dihukum seberat-beratnya. Anak-anak kami jadi korban baik fisik maupun psikologisnya dan ada trauma. Ini yang membuat saya selaku orang tua merasa sedih dan juga trauma jika menitipkan anak," tutup Noorman.

===

Kontributor: Cahyo Purnomo

Baca juga artikel terkait KASUS PENGANIAYAAN ANAK atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Reporter: Cahyo PE
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Ilham Choirul Anwar