Menuju konten utama

Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra terkait Bursa Petinggi BI

Thomas Djiwandono telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra, setelah namanya masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra terkait Bursa Petinggi BI
Thomas Djiwandono melambaikan tangan saat bersiap untuk dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2024). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Thomas Djiwandono telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra. Hal ini Thomas lakukan setelah namanya masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Pengunduran diri tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan yang melarang anggota partai politik menduduki jabatan di bank sentral.

“Pada saat dicalonkan, sudah memenuhi persyaratan-persyaratan,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Prasetyo, yang merupakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) menyatakan, Thomas yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, sudah tidak lagi tercatat sebagai anggota Partai Gerindra. Thomas juga tidak lagi memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).

Menurut Prasetyo, pengunduran diri itu merupakan bagian dari proses administrasi pencalonan di Bank Indonesia.

“Ya, sudah mengundurkan diri dari keanggotaan partai,” ujarnya.

Namun demikian, Prasetyo mengaku belum dapat memastikan tanggal pasti pengunduran diri Thomas.

Ia mengatakan perlu mengecek kelengkapan administrasi terkait waktu pengajuan pengunduran diri tersebut. “Tanggalnya saya lihat dulu,” katanya singkat.

Terkait alasan Presiden Prabowo mengusulkan Thomas sebagai salah satu kandidat Deputi Gubernur BI, Prasetyo menyebut ada sejumlah pertimbangan yang melatarbelakanginya.

Ia menegaskan, Presiden mempertimbangkan beberapa nama sebelum akhirnya mengerucut pada beberapa kandidat. “Ada alasan-alasan tertentu. Kan ada beberapa nama,” kata Prasetyo.

Nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono belakangan menjadi sorotan publik, seiring menguatnya kabar pencalonannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Isu tersebut mencuat setelah pemerintah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI terkait pengusulan calon pimpinan Bank Indonesia.

Berdasarkan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia dilarang menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo menyampaikan bahwa Deputi Gubernur BI, Juda Agung, telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Untuk mengisi posisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan tiga kandidat, yakni Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.

Baca juga artikel terkait BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfons Yoshio Hartanto