tirto.id - Kasus skandal kekerasan seksual terhadap anak dengan pelaku Jeffrey Epstein masih menjadi perhatian publik. Banyak orang yang mempertanyakan bagaimana bisa nama-nama orang Indonesia juga ada di dalam Epstein Files.
Ketika ditelaah satu persatu, dokumen dalam Epstein Files yang dibuka oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) yang memuat nama tokoh-tokoh besar dunia seperti adik King Charles III, Pangeran Andrew, mantan presiden AS, Bill Clinton, pemilik X, Elon Musk, dan lainnya.
Selain nama-nama besar itu, Epstein Files juga memuat beberapa nama orang dari negara lain, termasuk Indonesia. Selain sosok miliarder, tokoh politik Indonesia juga disebut dalam beberapa dokumen tersebut.
Namun, perlu digaris bawahi tidak semua nama yang tercantum dalam Epstein Files memiliki kaitan langsung dengan kejahatan atau kasus pidana Jeffrey Epstein.
Kenapa Ada Nama Orang Indonesia di Epstein Files?
Dalam proses publikasi ini, lebih dari 500 pengacara dan peninjau DOJ dilibatkan untuk memastikan kepatuhan hukum, khususnya perlindungan korban.
Identitas korban dan keluarganya disamarkan (redacted), begitu pula sebagian gambar pornografis, karena pemerintah memperlakukan semua perempuan dalam materi tersebut sebagai korban.
Sebaliknya, nama tokoh publik dan politisi tidak disamarkan, sehingga banyak nama dikenal muncul dalam dokumen. Penting dipahami bahwa Epstein Files memuat data mentah, laporan, klaim, dan materi yang belum tentu terverifikasi sepenuhnya.
Berikut ini beberapa nama orang Indonesia yang ada di Epstein Files dan alasannya:
1. Hary Tanoesoedibjo
Nama Hary Tanoe muncul dalam dokumen FBI berlabel unclassified "Federal Bureau of Investigation CHS Reporting" bertanggal Oktober 2020. Ini merupakan dokumen resmi dari confidential human sources (CHS).Hary disebut terlibat dalam pengembangan hotel-hotel bermerek Trump dan dikenal sebagai seorang miliarder. Hary disebut memperkenalkan Donald Trump kepada sosok yang digambarkan sebagai “CIA Indonesia”.
Hary juga disebut dalam pembelian kediaman Trump di Beverly Hills dengan harga yang sangat tinggi. Konteks dokumen ini berkaitan dengan penyelidikan Trump dan pemilu Amerika Serikat, yang memiliki keterkaitan tidak langsung dengan jaringan Epstein.
2. Eka Tjipta Widjaja
Nama Eka Tjipta Widjaja, tercantum dalam dokumen yang membahas transaksi properti Donald Trump pada 2009. Dalam dokumen tersebut tertera penjualan sebuah rumah dengan harga US$ 9,5 juta kepada entitas Swiss yang terhubung dengan Widjaja.Penyebutan nama ini berkaitan dengan catatan transaksi properti, tidak langsung berhubungan dengan kasus Epstein.
3. Sri Mulyani
Nama Sri Mulyani tertera secara informatif, ketika ia menjabat sebagai managing director and chief operating officer World Bank Group.Nama mantan Menkeu Indonesia ini berkaitan dengan peluncuran President’s Delivery Unit (PDU), unit strategis untuk memantau pencapaian target pembangunan secara real-time untuk World Bank.
Isi dokumen menyoal kerangka tata kelola institusi dan tidak berhubungan apapun dengan Jeffrey Epstein.
Dokumen tersebut merupakan email dan materi komunikasi internal institusi keuangan internasional, bukan dokumen pribadi milik Epstein.
4. Joko Widodo
Seperti Sri Mulyani, Joko Widodo juga tidak berhubungan langsung atau tidak terkait dengan kejahatan yang dilakukan Epstein.Penyebutan nama Jokowi hanya sebatas pembaruan berita dan laporan situasi politik Indonesia yang dikirim via email sebagai informasi.
Nama Jokowi hanya muncul sebagai subjek berita dan tidak pernah berinteraksi langsung dengan Epstein.
5. Soeharto
Penyebutan nama Soeharto berkaitan dengan usulan penulisan buku yang diajukan oleh Gregory Brown kepada Epstein.Dokumen tersebut berisi rekomendasi bacaan dan gagasan penulisan, sehingga bukan merupakan bukti interaksi Epstein dan Soeharto.
6. Kafrawi Yuliantono
Kafrawi Yuliantono adalah seorang hotelier yang terkait dengan jaringan salah satu hotel bintang lima. Ia mengirim email untuk bekerja sama dengan Epstein setelah pertemuan di Bali.Dalam Epstein Files, ada dokumen curriculum vitae, surat lamaran kerja, dan berkas visa. Dokumen ini menunjukkan upaya untuk menjalin kerja sama profesional, tidak mengandung unsur pidana.
Ini Daftar Tokoh Dunia yang Namanya Terseret
Kemunculan nama-nama tokoh Indonesia dalam Epstein Files mencerminkan luasnya cakupan dokumen yang dirilis, bukan indikasi keterlibatan dalam kejahatan Jeffrey Epstein. Sebagian besar penyebutan bersifat kontekstual, administratif, atau berupa kliping informasi.
Bahkan, DOJ secara terbuka menyatakan bahwa arsip ini dapat mencakup dokumen, gambar, atau video palsu maupun klaim sensasional yang tidak benar.
Oleh karena itu, Epstein Files bukanlah daftar pelaku kejahatan, melainkan arsip transparansi hukum yang harus dibaca dengan konteks, kehati-hatian, dan prinsip praduga tak bersalah.
Tidak semua nama yang tercantum dalam Epstein Files memiliki kaitan langsung dengan kejahatan atau kasus pidana Jeffrey Epstein. Penting untuk memahami konteks hukum dan administratif dari dokumen tersebut agar tidak terjadi salah tafsir.
Nama orang Indonesia bisa muncul dalam Epstein Files karena Jeffrey Epstein dikenal memiliki jaringan internasional yang sangat luas.
Ia aktif dalam berbagai kegiatan lintas negara, seperti bisnis, filantropi, pendidikan, dan pergaulan sosial tingkat global. Dalam konteks ini, nama seseorang dapat tercantum hanya karena pernah berada dalam satu forum, tercatat sebagai kontak, pernah berkomunikasi, atau bahkan sekadar disebut oleh pihak lain dalam sebuah kesaksian.
Kehadiran nama tersebut tidak secara otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana, apalagi kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.
Apa Itu Epstein Files?
Epstein Files adalah kumpulan besar dokumen, rekaman, dan materi bukti yang dikumpulkan oleh aparat penegak hukum Amerika Serikat dalam berbagai penyelidikan dan proses hukum terkait Jeffrey Epstein dan lingkaran kasusnya.
Arsip ini dipublikasikan ke publik oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) sebagai bagian dari pelaksanaan Epstein Files Transparency Act, sebuah undang-undang yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 19 November 2025 untuk meningkatkan transparansi penanganan kasus Epstein.
Dalam rilis terbarunya, DOJ membuka lebih dari 3 juta halaman tambahan, sehingga total dokumen yang dipublikasikan mencapai hampir 3,5 juta halaman, termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar.
Dokumen-dokumen dalam Epstein Files berasal dari berbagai sumber utama, antara lain perkara pidana dan perdata Epstein di Florida dan New York, kasus terhadap Ghislaine Maxwell, penyelidikan atas kematian Epstein, investigasi terhadap mantan staf Epstein, sejumlah penyelidikan FBI, serta laporan dari Office of Inspector General.
Pemerintah AS secara sengaja mengambil pendekatan “over-collecting”, yakni mengumpulkan sebanyak mungkin materi yang berkaitan, termasuk dokumen yang dikirim oleh publik kepada FBI, agar tidak ada informasi relevan yang tertinggal.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































