Kenali Gejala & Penyebab Anuerisma Otak yang Dialami Rapper Dr. Dre

Oleh: Yonada Nancy - 21 Januari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Mengetahui gejala dan penyebab anuerisma otak seperti yang dialami rapper Dr. Dre.
tirto.id - Rapper sekaligus pengusaha Dr. Dre dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala yang berhubungan dengan aneurisma otak.

Dilansir dari Medpage Today, pemilik Death Row Records sekaligus produser bagi Jay-Z dan Eminem itu mendapatkan perawatan intesif di rumah sakit Cedar Sinai, Los Angeles. Lebih lanjut, Dr. Dre mengabarkan seluruh fansnya.

Lewat Instagram pribadinya, Dr.Dre mengabarkan fans bahwa kondisinya mulai membaik. "Saya akan segera keluar dari rumah sakit dan segera kembali ke rumah. Salut kepada semua tenaga medis profesional yang hebat di Cedars. Satu cinta," tulis Dr.Dre pada Rabu (6/1/2021).

Aneurisma otak merupakan kondisi pembengkakan pada arteri darah otak. Dilansir dari Healthline, aneurisma otak terjadi ketika dinding arteri otak melemah yang menyebabkannya diisi dengan darah.

Aneurisma otak bisa menjadi kondisi yang berbahaya dan mengancam nyawa apabila pecah.

Pecahnya aneurisma otak dapat mengakibatkan stroke, kerusakan otak, hingga kematian apabila tidak segera ditangani.

Penyebab anuerisma otak

Banyak kasus di mana anuerisma otak terjadi pada orang yang terlahir dengan area lemah pada otak yang kemudian menjadi aneurisma.

Menurut Oregon Health & Science University (OHSU) Orang dengan malformasi arteriovenosa atau penyakit bawaan seperti gangguan jaringan ikat dan penyakit ginjal polikistik lebih berisiko mengalami anuerisma otak dibanding yang tidak.

Aneurisma memang dapat menyerang pria dan wanita dari segala umur. Namun, menurut OHSU, anuerisma otak lebih sering dialami wanita dan orang dewasa.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang dapat menyebabkan seseorang bisa mengalami aneurisma, antara lain:

- pernah mengalami cedera atau trauma kepala

- mengalami aterosklerosis atau timbunan lemak di dalam arteri otak

- perokok aktif

- memiliki tekanan darah tinggi

- menggunakan kokain

Gejala aneurisma otak

Menurut WebMd gejala aneurisma otak terbagi menjadi dua, gejala anuerisma tidak pecah dan gejala apabila aneurisma pecah. Orang yang mengalami anuerisma tidak pecah dapat mengalami gejala-gejala seperti:

- sakit kepala

- dilatasi pupil (pupil melebar)

- penglihatan kabur atau ganda

- nyeri di atas dan di belakang mata

- kelopak mata terkulai

- kesulitan berbicara

- kelemahan dan mati rasa di satu sisi wajah.

Tidak semua orang yang mengalami aneurisma tidak pecah dapat mengalami gejala-gejala nampak. Maka, ada baiknya untuk selalu mewaspadai setiap gangguan sakit kepala apalagi yang dialami secara intens.

Sementara itu, orang yang mengalami aneurisma pecah, dapat dikenali apabila mengalami gejala:

- sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba

- hilang kesadaran

- kejang

- mual dan muntah

- mengantuk

- kehilangan keseimbangan untuk berjalan atau koordinasi tubuh

- leher kaku

- dilatasi pupil

- sensitivitas terhadap cahaya

- penglihatan kabur atau ganda tiba-tiba

- pelopak mata terkulai

- kebingungan atau masalah dengan kesadaran mental.

Penting untuk mengenali gejala ini, khususnya bagi orang yang memiliki keluarga dekat berisiko mengalami aneurisma otak. Semakin cepat tindakan pertolongan dilakukan semakin mungkin penderita diselamatkan.

Pengobatan anuerisma otak

Pengobatan untuk aneurisma otak akan berbeda-beda pada setiap kasus. Dilansir dari Rush, pengobatan didasari pada usia, kondisi kesehatan penderita secara umum, ukuran, bentuk, dan lokasi aneurisma.

Pada kasus anuerisma tidak pecah, dokter mungkin akan menyarankan opsi pembedahan seperti metode clipping.

Operasi ini memerlukan pembukaan otak untuk dapat menemukan lokasi anuerisma. Dalam operasi ini ini dokter akan memasang klip untuk menghentikan aliran darah ke aneurisma.

Selain itu, terdapat metode coiling atau embolization, yakni pemasangan kateter pada otak lewat arteri.

Kateter ini berfungsi menempatkan coil (semacam material logam) di dalam aneurisma untuk memblokir aliran darah.

Namun, bisa jadi dokter tidak menawarkan opsi operasi, namun dilakukan pemantauan terus menerus terhadap gejala dan pertumbuhan aneurisma.

Pemantauan anuerisma mungkin akan melibatkan berbagai metode seperti CT scan, MRI, dan aniogram.


Baca juga artikel terkait ANEURISMA atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight