Menuju konten utama

Kemunculan Harimau Resahkan Warga Musi Rawas Utara

Dalam kurun sebulan terakhir, delapan kerbau milik warga mati diduga dimangsa spesies kucing besar itu.

Kemunculan Harimau Resahkan Warga Musi Rawas Utara
Ilustrasi harimau. FOTO/AI

tirto.id - Warga Kecamatan Ulu Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, resah dengan kemunculan harimau di perkampungan dan perkebunan. Dalam kurun sebulan terakhir, delapan kerbau milik warga mati diduga dimangsa spesies kucing besar itu.

Kepala Desa Batu Tanjung, Ahmad Syukri, mengungkapkan keberadaan harimau diketahui dari matinya beberapa kerbau secara tak wajar. Awalnya, warga mengira kerbau mereka diserang hewan lain, namun bentuk gigitannya mengarah ke serangan harimau.

"Kami data sudah ada delapan kerbau yang mati selama sebulan ini, dugaan kami diserang harimau," ungkap Ahmad Syukri, Senin (27/4/2026).

Dugaan warga diperkuat dengan jejak kaki harimau di permukiman dan perkebunan. Para petani pun khawatir beraktivitas di kebun karena takut kemunculan hewan dilindungi itu.

"Kami sekarang waswas, mau ke kebun takut, mau menggembelakan ternah juga khawatir," kata Syukri.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Yusmono, mengatakan petugas telah mengecek jejak-jejak yang ditemukan warga. Hasil peneltian, jejak itu mengarah pada jejak kaki harimau.

"Tim sudah ke lapangan dan jejaknya memang kemungkinan besar milik harimau. Dari jejaknya, cuma satu harimau," kata Yusmono.

Yusmono menjelaskan, lokasi penemuan jejak berada tak jauh dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Kemunculan harimau disinyalir karena adanya aktivitas perambahan dan perburuan liar sehingga mengganggu habitatnya.

"Kemungkinan kondisi di dalam TNKS sudah terganggu, harimau dan binatang buas lain pun keluar mencari makan sampai masuk ke kebun dan permukiman," kata Yusmono.

Untuk mengantisipasi konflik dengan harimau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun. Warga juga diminta menghindari memasuki kawasan hutan yang rawan terjadi serangan binatang buas.

"Kami upayakan memantau keberadaan harimau itu jangan sampai berkonflik dengan manusia. Tapi, warga sendiri harus waspada," pungkas Yusmono.

Baca juga artikel terkait HARIMAU SUMATRA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi