Menuju konten utama

Kemlu Sesalkan Serangan Udara Iran ke Kilang Minyak UEA

Kemlu RI meminta kepada seluruh pihak yang sedang berkonflik yaitu Amerika Serikat-Israel dan Iran untuk saling menahan diri.

Kemlu Sesalkan Serangan Udara Iran ke Kilang Minyak UEA
Foto yang dirilis oleh situs web resmi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Sepanews, pada 17 Februari 2026 ini menunjukkan sebuah roket yang ditembakkan selama latihan militer oleh anggota IRGC dan angkatan laut di Selat Hormuz.AFP/ SEPAH NEWS

tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan keprihatinan akibat adanya serangan rudal atau drone diduga milik Iran yang menyasar salah satu kilang minyak milik pemerintah Perserikatan Emirat Arab (UEA). Diketahui pada Senin (4/5/2026) wilayah kilang minyak UEA diserang rentetan rudal dan drone hingga melukai tiga orang ekspatriat asal India.

"Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas laporan serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak di Perserikatan Emirat Arab," dikutip dari pernyataan Kemlu di akun X, Rabu (6/5/2026).

Indonesia menilai jika aksi serangan yang dilakukan Iran tersebut berpotensi mengganggu proses gencatan senjata dan rantai pasokan minyak dunia.

"Serangan tersebut berisiko meningkatkan ketegangan, melanggar kesepakatan gencatan senjata, dan mengganggu rantai pasok dan keamanan energi global, yang dampaknya dapat meluas hingga ke negara-negara di luar kawasan," ujar Kemlu.

Oleh karenanya, Kemlu RI meminta kepada seluruh pihak yang sedang berkonflik yaitu Amerika Serikat-Israel dan Iran untuk saling menahan diri. Kemlu menyampaikan kepada semua pihak untuk mengutamakan hukum internasional dan tak melukai warga sipil selama konflik berlangsung.

"Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati kesepakatan gencatan senjata secara penuh, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil," terang Kemlu.

Indonesia menyatakan siap menjadi juru damai kepada pihak yang bertikai. Diharapkan perdamaian tersebut dapat membangun dialog dan stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.

"Indonesia siap mendukung berbagai upaya de-eskalasi dan mengedepankan dialog untuk mendorong terwujudnya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan," ungkap Kemlu.

Kepada seluruh WNI yang ada di UEA, Kemlu mengimbau untuk berhati-hati dan senantiasa mengikuti setiap arahan yang diberikan pemerintah setempat.

"Seluruh WNI juga dihimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta senantiasa mengikuti arahan Pemerintah setempat serta Perwakilan RI di Perserikatan Emirat Arab," jelas Kemlu.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto