tirto.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengklaim pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) mampu mendongkrak produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah hingga rata-rata 21 persen. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mendorong adopsi AI untuk mendukung pembinaan sekitar 60 juta pelaku UMKM di Indonesia.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, temuan itu berasal dari studi yang dilakukan KUMPUL Impact terhadap UMKM peserta program pendampingan AI. Hasilnya menunjukkan produktivitas pelaku usaha meningkat setelah memanfaatkan teknologi tersebut.
“Tadi sudah di studi oleh Kumpul Impact, average rata-rata UMKM yang disupport oleh teman-teman di sini, peningkatan produktivitasnya average-nya di angka 21 persen,” ujar Maman dalam acara National Policy Convening Indonesia "Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia" di Kempinski, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurut Maman, capaian tersebut menunjukkan AI bukan sekadar teknologi baru, melainkan instrumen yang dapat meningkatkan daya saing UMKM. Ia mengakui besaran peningkatan produktivitas setiap pelaku usaha berbeda-beda, tetapi secara umum tren yang terlihat mengarah positif.
“Ada yang mungkin naiknya cuma 5 persen, ada yang mungkin naiknya 10 persen, ada yang mungkin tadi dibilang averaging sampai 21 persen, tapi yang terpenting saya meyakini pasti akan naik,” katanya.
Ia menambahkan, AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas bisnis, mulai dari menyusun rencana usaha, membuat desain produk, hingga membantu riset sehingga proses bisnis menjadi lebih efektif dan efisien.
Maman menilai pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan mendesak mengingat pemerintah harus membina sekitar 60 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
“Hampir nggak mungkin kita kementerian UMKM bisa ngurusin 60 juta usaha mikro, kecil, menengah di tanah air kita dengan pola dan metode konvensional. Artinya harus memanfaatkan dan mengoptimalkan teknologi,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM mengembangkan platform Sapa UMKM sebagai layanan terintegrasi bagi pelaku usaha. Menurut Maman, platform itu akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyediakan berbagai layanan yang dibutuhkan UMKM.
“Kami hadir dengan satu sistem yang namanya Sapa UMKM. Sapa UMKM ini adalah sebagai sebuah tools atau alat yang menjadi perpanjang tanganan pemerintah dalam hal ini Kementerian UMKM untuk memberikan semua pelayanan yang dibutuhkan oleh UMKM untuk tumbuh dan bertumbang di tanah air kita,” ujarnya.
Sementara itu, Founder dan Chairperson KUMPUL Impact, Faye Wongso, mengatakan program pelatihan AI yang dijalankan bersama AVPN telah menjangkau sekitar 16 ribu UMKM di Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 32 ribu UMKM yang tersebar di 32 provinsi.
“Di Indonesia sendiri sudah 16 ribu, selama ini targetnya 32 ribu di 32 provinsi,” kata Faye.
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































