Menuju konten utama

Kementerian PU Siapkan Rp13 M untuk Preservasi Jalan di Sintang

Preservasi jalan dan jembatan adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan infrastruktur yang telah dibangun tetap dalam kondisi optimal.

Kementerian PU Siapkan Rp13 M untuk Preservasi Jalan di Sintang
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kiri) mengamati displai informasi infrastruktur jalan nasional yang terdampak cuaca ekstrem saat meninjau Underpass Simpang Dewa Ruci, Badung, Bali, Sabtu (20/9/2025).  ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp13,08 miliar untuk kegiatan preservasi jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Tahun Anggaran 2025.

Realisasi fisik dari proyek strategis ini telah menunjukkan kemajuan yang baik, dengan capaian tertinggi pada ruas Tebelian–Sintang–Sp. Nanga Silat–Sejiram yang telah menyentuh 93,07 persen. Tingkat progres keuangan untuk paket pekerjaan tersebut juga telah mencapai 91,10 persen.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas jalan nasional merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Kondisi jalan yang mantap dapat mempercepat waktu tempuh kendaraan, menurunkan biaya logistik, menekan harga barang, serta mempermudah aktivitas masyarakat,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, preservasi jalan dan jembatan adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan infrastruktur yang telah dibangun tetap dalam kondisi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jalan nasional berperan vital dalam menghubungkan sentra ekonomi, kawasan pertanian, dan permukiman,” tambahnya.

Kegiatan preservasi ini mencakup beberapa paket pekerjaan, termasuk Preservasi Jalan dan Jembatan Tebelian–Sintang–Sp. Nanga Silat–Sejiram dan Jalan Dalam Kota Sintang (Tahap 1 dan 2).

Lingkup pekerjaannya meliputi pemeliharaan rutin, rehabilitasi jembatan, serta program padat karya yang melibatkan masyarakat setempat. Total panjang ruas jalan yang ditangani dalam proyek ini lebih dari 144 kilometer.

Menurut Kepala BPJN Kalimantan Barat Chandra Syah, fokus kegiatan tidak hanya pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga pada aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna.

“Selain menjaga kondisi jalan tetap mantap, kami juga memastikan infrastruktur pendukung seperti jembatan dan sistem drainase berfungsi baik agar pengguna jalan merasa aman dan nyaman,” jelas Chandra.

Program padat karya yang dijalankan di sepanjang ruas jalan nasional turut mendongkrak perekonomian lokal dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Hal ini sejalan dengan tujuan untuk memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap aset infrastruktur yang dibangun pemerintah.

Chandra berharap, dengan preservasi yang rutin dilakukan, infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Sintang dapat semakin mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi barang dan jasa, khususnya di wilayah timur Kalimantan Barat.

Baca juga artikel terkait KEMENTERIAN PUPR atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra