tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengunjungi Bali Waste Management Training Center yang dikelola oleh Rotary Club di Kota Denpasar, Bali, Jumat (12/9/2025). Di tempat ini, Gus Ipul meninjau proses pemilahan sampah yang turut melibatkan warga.
Berdiri sejak 2024, pusat pengelolaan sampah tersebut melatih warga Desa Pemogan, Denpasar Selatan, untuk memilah dan mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Program pemberdayaan berbasis Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) ini terwujud berkat kolaborasi antara Kemensos, Pemda Bali, Rotary Club, Kitabisa.org, dan Rumah Plastik.
"Jadi, ini kita coba kolaborasi pada pemberdayaannya, kita perkuatnya kalau di Kementerian Sosial itu pada pemberdayaannya. Selama masyarakatnya mau, itu enak. Tapi kalau masyarakatnya enggak mau, itu yang berat," kata Gus Ipul.
Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati, menambahkan bahwa Rotary Club berperan memberikan edukasi kepada warga hingga siswa-siswa sekolah tentang pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Rumah Plastik berperan dalam program pencacahan plastik yang mesinnya difasilitasi Kemensos. "Rumah Plastik ini yang nantinya akan menjadi off-taker daripada Kementerian Sosial melalui pemberdayaan pengelolaan sampah, dengan melakukan pencacahan plastik yang memang mesinnya sudah dibentuk oleh Kementerian Sosial," ujar Mira.
Mira menjelaskan, proram pencacahan plastik ini melibatkan kelompok yang beranggotakan ibu-ibu dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos dan Program Keluarga Harapan (PKH). Hasil cacahan botol plastik dan karung beras diolah menjadi produk bernilai jual seperti meja dan tas, sementara plastik kresek digunakan sebagai bahan campuran aspal.
"Tentunya kami berharap mereka bisa meningkatkan pendapatannya dan tentunya bisa menjadi graduasi," ujar Mira.
Selain pengolahan sampah plastik, kata Mira, TPS3R Pemogan juga mengembangkan budidaya maggot dengan dukungan Kitabisa.org. Program ini sekarang melibatkan 12 warga setempat.
Manfaat program ini diakui oleh warga. Permana Sari, seorang ibu rumah tangga di Desa Pemogan, mengaku terbantu karena selain menjaga kebersihan lingkungan, ia juga mendapatkan tambahan penghasilan.
"Menurut saya, program ini cukup bagus. Selain untuk kita membersihkan lingkungan dari sampah plastik, kita juga bisa untuk menambah kebutuhan kita sehari-hari, pemasukkan," ungkap Permana Sari.
Sebagai bentuk dukungan, dalam kunjungannya kali ini, Gus Ipul menyerahkan bantuan satu unit alat pencacah plastik kepada kelompok masyarakat Desa Pemogan.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































