Menuju konten utama

KemenP2MI Tanggung Biaya Rawat Wahyuni, PMI Lumpuh Akibat Stroke

Kementerian P2MI akan menanggung biaya perawatan Sri Wahyuni, pekerja migran Indonesia yang lumpuh akibat stroke dan kini dirawat di RS Polri Kramat Jati.

KemenP2MI Tanggung Biaya Rawat Wahyuni, PMI Lumpuh Akibat Stroke
Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, saat mengunjungi Sri Wahyuni, PMI yang lumpuh akibat stroke dan kini dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu (1/6/2025). tirto.id/Shofiatunnisa Azizah.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengunjungi pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Sri Wahyuni yang kini dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu (1/6/2025). Wahyuni terpaksa dipulangkan ke Indonesia pada 6 Mei lalu setelah mengalami lumpuh total akibat terkena stroke parah di Malaysia.

Karding menyatakan Kementerian P2MI akan menanggung biaya perawatan Sri Wahyuni di RS Polri Kramat Jati meskipun ia merupakan PMI yang berangkat secara ilegal.

"Karena [Sri Wahyuni] tidak ada keluarganya dan sebagainya, negara harus membiayai ini walaupun [dia berangkat secara] nonprosedural," kata Karding di RS Polri Kramat Jati.

"Kami akan memantau terus perkembangan yang bersangkutan, termasuk beberapa orang [PMI] yang sakit lainnya di rumah sakit ini untuk memastikan mendapatkan perawatan dan penanganan yang baik dari rumah sakit, dan Insya Allah semuanya akan ditanggung oleh Kementerian P2MI," ujar dia menambahkan.

Dokter Spesialis Bedah Saraf di RS Polri Kramat Jati, Edo Johanes Sihombing, mengatakan bahwa kondisi Wahyuni mulai membaik. Wahyuni menunjukkan peningkatan kondisi setelah tiga pekan menjalani perawatan di RS Polri.

Nilai kesadarannya juga meningkat. Wahyuni mulai mampu mengidentifikasi suara maupun sentuhan, sekalipun belum bisa berbicara.

"Pasien Wahyuni memang sudah membaik. Saat di Malaysia, dia mengalami 2 kali stroke, dioperasi 2 kali. Saat masuk ke kami [RS Polri], nilai kesadarannya masih 8. Sekarang nilai kesadarannya sudah 11 dari 15. Jadi, sudah ada perbaikan yang cukup baik dalam waktu 3 minggu," kata Edo.

Sri Wahyuni menyita perhatian KemenP2MI tidak hanya karena ia harus dipulangkan dalam kondisi lumpuh total akibat stroke berat. Wahyuni juga ditengarai jadi korban pemalsuan data kependudukan oleh calo yang memberangkatkannya ke luar negeri secara ilegal.

Dari hasil penelusuran KemenP2MI, alamat yang tertera di KTP Sri Wahyuni ternyata palsu. Dia terbukti tidak berasal dari Desa Karanggeneng, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur seperti yang tertera di Kartu Tanda Penduduk miliknya. Hingga kini, KemenP2MI masih berusaha melacak alamat asli Wahyuni.

Baca juga artikel terkait PEKERJA MIGRAN INDONESIA atau tulisan lainnya dari Shofiatunnisa Azizah

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Addi M Idhom