Menuju konten utama

Kemendag Tagih Komitmen IKEA Jual 12% Barang RI di Gerai Global

Saat membuka gerai pertamanya pada 2014, IKEA berkomitmen menjajakan produk 'made in Indonesia' hingga 12 persen dari total dagangan di gerai global mereka.

Kemendag Tagih Komitmen IKEA Jual 12% Barang RI di Gerai Global
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan usai acara Talk Show IKEA Made in Indonesia: from Local Contribution to Global Footprint, di Alam Sutera, Tangerang, Selasa (4/11/2025). tirto.id/Natania Longdong

tirto.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menagih komitmen IKEA untuk meningkatkan persentase produk buatan RI ke gerai global mereka. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, hingga saat ini baru 8 persen produk asal Indonesia yang ada di berbagai outlet IKEA.

Padahal, saat perusahaan furnitur asal Swedia tersebut membuka gerai pertamanya pada 2014, pemerintah telah dijanjikan bahwa 12 persen produk made in Indonesia akan ada di gerai IKEA di seluruh dunia.

"Mereka waktu itu menyampaikan kepada kita, kita akan secara bersama-sama meningkatkan komitmen dari 1,7 persen itu menjadi 12 persen. Saat ini, 11 tahun kemudian itu sudah 8 persen. Progres kan artinya? Anda datang ke gerai IKEA di Roma, Anda bisa ketemukan produk-produk yang sama di sini," ungkap Iqbal usai acara Talk Show IKEA Made in Indonesia: from Local Contribution to Global Footprint, di Alam Sutera, Tangerang, Selasa (4/11/2025).

Dalam kesempatan sama, Iqbal juga menyampaikan target pemerintah untuk menekan biaya logistik ke angka 12 persen pada 2029. Sejauh ini, ia bilang, ongkos logistik RI telah berhasil ditekan dari 22 persen pada 2022 menjadi 14,29 persen di tahun 2025.

"Target (penurunan biaya logistik) di tahun 2029 itu menjadi 12 persen, dari tahun 2022 (biaya logistik berada di) 22 persen, sekarang ini menjadi 14,29 persen," kata Iqbal.

Jika target itu berhasil dicapai, pemerintah akan mengupayakan target baru dengan biaya logistik lebih terjangkau seperti di negara-negara maju, yakni sebesar 8 persen.

Penurunan tersebut, menurut Iqbal, dapat direalisasikan salah satunya peran digitalisasi dalam pengiriman barang antar pulau.

"Semuanya harus memainkan peran. Kalau dari kita di Kementerian Perdagangan itu adalah terkait dengan digitalisasi. Jadi misalnya dalam konteks semua barang yang dikirimkan melalui laut misalnya, itu ada manifest domestik dari perdagangan antar pulau (kalau) barang itu tercatat dengan baik," ujar Iqbal.

Lebih jauh, Dirjen Perdagangan itu pun menyoroti Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 tahun 2014 tentang Perdagangan Antarpulau.

"Kalau tidak salah, setiap pelaku usaha itu cukup memasukkan satu input saja, kemudian itu bisa digunakan, mulai dari masuk pelabuhan, shipping instruction, dan segala macam. Jadi lebih efisien," jelasnya, sembari menambahkan bahwa target penurunan biaya domestik juga telah dikomunikasikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca juga artikel terkait IKEA atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana