Kematian Pat Torpey dan Muhammad Ali Sama-sama Terserang Parkinson

Oleh: Alexander Haryanto - 9 Februari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Pat Torpey mengaku berusaha keras melawan penyakit Parkinson, yang dikatakannya sama seperti kegigihannya bermain drum.
tirto.id - Pat Torpey, drumer sekaligus pendiri grup rock papan atas Mr Big tutup usia tepat di umurnya yang ke 64 tahun, Rabu (7/2/2018) usai melawan penyakit Parkinson. Kabar duka itu diumumkan melalui akun Twitter resmi Mr Big.

Namun, pihak keluarga secara khusus meminta privasi atas kematian Torpey dan belum menjadwalkan upacara pemakamannya.

"Dengan patah hati kami mengatakan kepada Anda bahwa saudara laki-laki, teman, drummer, dan anggota pendiri band kami, Pat, meninggal dunia pada Rabu, 7 Februari akibat komplikasi penyakit Parkinson," tulis akun Twitter resmi Mr. Big, Jumat (9/2/2018).

Torpey mulai didiagnosa menderita penyakit Parkinson sejak tahun 2014. Meski penyakit itu membuat Paul Gilbert dan kawan-kawan harus mencari pengganti baru, namun Torpey tetap diundang untuk mengisi beberapa lagu di setiap konser.

Mengenai penyakitnya itu, Torpey pernah berkata: "Saya telah berurusan dengan gejala Parkinson selama beberapa tahun terakhir dan baru saja menerima diagnosis yang dikonfirmasi karena gejala [semakin] memburuk." seperti dikutip Billboard.

Dalam satu kesempatan, Torpey juga mengaku telah berusaha keras melawan penyakit Parkinson, yang dikatakannya sama seperti kegigihannya bermain drum.


Tidak hanya Torpey yang berusaha keras melawan Parkinson. Legenda tinju dunia Muhammad Ali telah lama mengalaminya sejak 1984, atau tiga tahun setelah pensiun dari ring tinju.

Secara perlahan, penyakit itu menggerogoti tubuh Ali, menghilangkan kemampuannya untuk berbicara dan beraktivitas normal.

Pada 1996, ia menjadi salah satu pembawa obor Olimpiade, sebagai salah satu penanda perlawanan terhadap penyakitnya. Usai berjuang selama kurang lebih 32 tahun, Ali tutup usia tepat di umur 74 tahun.

Mengenal Ciri-ciri Penyakit Parkinson

Dikutip dari Antara, ahli saraf dari Rumah Sakit Siloam Jakarta dr. Frandy Susatia, SpS. menjelaskan pada stadium pertama, penderita Parkinson biasanya merasa kesulitan beraktivitas karena terjadi tremor yang berirama dan tak terkendali. Selain itu, postur tubuh berubah menjadi buruk, hilang keseimbangan, dan ekspresi wajah tidak normal dari biasanya.

Stadium kedua, gejala tersebut mulai menyebar ke anggota tubuh lainnya, seperti terjadi tremor pada kedua sisi tubuh dan kedua kaki. Biasanya, pada stadium ini penderita akan kesulitan berjalan dan menjaga keseimbangan serta sulit melakukan kegiatan sehari-hari.

Stadium ketiga, penderita mengalami perlambatan gerakan pada tubuh dan tidak mampu berjalan lurus dan berdiri. Sementara stadium keempat, penderita akan mengalami kekakuan dan tidak mampu mengerjakan aktivitas sehari-hari seperti menulis, memasang kancing baju, dan berdandan.

Namun, gejala awal penyakit ini sangat sulit terdeteksi. "Pada awalnya banyak pasien yang datang ke dokter psikiatri karena sering cemas, sulit tidur. Kemudian ada juga pasien yang pergi ke dokter tulang, karena menganggap dirinya kena saraf kejepit. Selain itu ada juga yang pergi ke dokter penyakit dalam, karena gejala sering kembung, tidak bisa makan hingga sulit buang air besar," kata Frandy.


Baca juga artikel terkait PAT TORPEY atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto
* Data diambil dari 20 top media online yang dimonitor secara live