Menuju konten utama

Keluarga Korban Perundungan di Jakpus Tolak Ajakan Damai

Keluarga MWP berharap kasus ini jadi pelajaran bagi masyarakat serta memastikan keadilan ditegakkan bagi korban.

Keluarga Korban Perundungan di Jakpus Tolak Ajakan Damai
Bella (29) memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus perundungan yang menimpa anaknya, MWP (6) di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026). ANTARA/Risky Syukur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Keluarga dari MWP (6), bocah laki-laki yang menjadi korban perundungan oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, menolak langkah damai dan akan tetap mengawal proses hukum terhadap pelaku hingga tuntas.

Ayah korban, Bella (29) di Jakarta, Sabtu (13/6/2026), mengatakan, meski sempat ada upaya komunikasi dari keluarga salah satu pelaku untuk meminta maaf, dia tetap teguh pada pendiriannya.

"Kalau buat minta maaf pasti ada, salah satu orang tua pelaku ada yang berusaha berniat baik datang dan kasih makanan. Tapi kami menolak, karena kami tetap tidak mau berdamai," kata Bella kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat dikutip dari Antara.

Hingga saat ini, keluarga MWP masih menunggu perkembangan penyidikan dari kepolisian.

"Kemarin udah bikin LP (laporan polisi). Itu (pelaku dewasa) sudah diperiksa dan pelaku sudah ditangkap," ujarnya.

Menurut Bella, ketegasan langkah hukum yang diambil juga sebagai pesan kepada publik untuk tidak mentoleransi aksi perundungan.

Keluarga MWP berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama dalam pengawasan di ruang publik, serta memastikan keadilan ditegakkan bagi korban.

"Kami tetap berusaha gimana caranya agar ada efek jera untuk kedua pelaku. Bukan berarti kita kejam, tapi kita takutnya ini menjadi kebiasaan atau terjadi ke anak yang lain," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata Bella, salah satu pelaku yang masih duduk di bangku SMP dilaporkan telah dipulangkan dengan status dalam pengawasan, sementara proses hukum terhadap pelaku lainnya yang berusia lebih dewasa masih berjalan.

Sementara itu, kondisi kesehatan MWP kini berangsur pulih, meski belum sepenuhnya stabil. Bella mengungkapkan bahwa putranya masih mengalami sejumlah gejala fisik pascapenganiayaan, seperti demam tinggi, tekanan darah rendah, hingga gejala gatal-gatal di beberapa bagian tubuh.

"Tetap 40 derajat, masih panas badannya. Masih gelisah dan gatal-gatal. Kalau untuk pemeriksaan kepala, nanti berjalan, karena kepalanya kemarin sempat bengkak tapi sekarang sudah agak kempesan," kata Bella.

Bella menambahkan tekanan darah korban saat ini juga masih dipantau intensif karena belum menunjukkan perkembangan normal.

"Kondisi anak belum stabil, darahnya tadi dicek masih rendah dan belum ada perkembangan," tutur Bella.

Guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, Jakarta Pusat, pada hari ini.

Baca juga artikel terkait KASUS BULLYING

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi