tirto.id - Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, menjawab diplomatis terkait peluang dirinya kembali dipanggil penyidik Polri terkait kasus judi online yang menyeret namanya. Budi berkelakar bahwa judol itu lagu lama dan kaset rusak.
"Lagu lama, kaset rusak, itu dikutip tuh," kata Budi Arie, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, mengutip Antara, Rabu (21/5/2025).
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan lembaganya membuka peluang untuk memanggil kembali mantan Menkominfo Budi Arie Setiadi terkait dengan kasus judi online atau daring (judol).
"Yang jelas pernah kami periksa, dan tentunya mungkin akan kami konfirmasi ulang apabila memang ada petunjuk," kata Kapolri di Auditorium PTIK, Jakarta.
Budi Arie sempat diperiksa oleh Polri di Gedung Bareskrim Polri pada 19 Desember 2024.
Nama Budi Arie disebut dalam dakwaan kasus suap pengamanan situs judi online (judol), Zulkarnaen Apriliantony.
Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dengan nomor perkara PDM-32/JKTSEL/Eku.2/02/2025 yang dibacakan Rabu (14/5/2025) lalu, jaksa mendakwa 4 orang, termasuk Zulkarnaen. Ketiga nama lain adalah Adhi Kismanto, Alwin Jabarti Kiemas, dan Muhjiran alias Agus.
Di dakwaan tersebut, Budi Arie, yang masih menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), disebut mendapat jatah 50 persen dari keseluruhan website yang dijaga dengan tarif Rp8 juta per website.
alam isi surat dakwaan tersebut menyatakan Adhi Kismanto menerima informasi bahwa Budi Arie yang kala itu menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) memberikan arahan untuk tidak melakukan penjagaan website perjudian pada 19 April 2024.
Kemudian, Zulkarnaen dan Adhi Kismanto menemui Budi Arie di rumah dinasnya di Widya Chandra, Jakarta Selatan. Keduanya meminta Budi Arie berkantor di lantai delapan kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat. Budi Arie mengabulkan permintaan itu.
Pada bulan yang sama, Adhi Kismanto bersama seseorang bernama Samsul menemui Zulkarnaen di salah satu restoran di Jakarta Selatan. Zulkarnaen menyebutkan penjagaan website perjudian telah diketahui Budi Arie.
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























