Menuju konten utama

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 23 Meninggal, 22 Dirawat

Jumlah korban yang meninggal meningkat dari hari sebelumnya, Senin (13/3) yaitu 21 orang. Sementara yang dirawat berkurang dari sebelumnya yaitu 24 orang.

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 23 Meninggal, 22 Dirawat
Foto pemukiman warga korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Senin (6/3/2023). tirto.id/ Riyan Setiawan

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI melaporkan data terkini sebanyak 23 korban meninggal dan 22 orang masih dirawat di rumah sakit akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara pada Jumat (3/3).

Data tersebut dihimpun oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI per pukul 18.00 WIB, Selasa (14/3/2023).

Jumlah korban yang meninggal meningkat dari hari sebelumnya, Senin (13/3) yaitu 21 orang. Sementara itu yang dirawat berkurang dari sebelumnya yaitu 24 orang.

"Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, hingga pukul 18.00 WIB, korban meninggal sebanyak 23 jiwa. Sedangkan, sebanyak 22 orang sedang dalam penanganan tim medis di 4 rumah sakit," kata Plh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, M. Ridwan Ibrahim melalui keterangan tertulisnya.

Kemudian berdasarkan data BPBD DKI hingga pukul 18.00 WIB, mencatat sebanyak 82 jiwa masih berada di Posko Pengungsian RW.09 Kelurahan Rawa Badak Selatan. Sementara, lokasi pengungsian RPTRA Rasela dan Kantor PMI Jakarta Utara sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal.

Sementara itu berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta di Plumpang, Posko PMI Jakarta Utara dan RPTRA Rasela telah melayani 442 layanan, di antaranya layanan cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP), cetak Kartu Keluarga (KK), pendaftaran Identitas Kependudukan Digital ( IKD), permohonan akta kelahiran dan kematian, serta konsultasi.

BPBD DKI Jakarta telah mengirimkan 50 personel dan mendirikan dua tenda pengungsi yang bertempat di RPTRA Rasela dan Wali Kota Jakarta Utara.

Saat ini, klaim Ridwan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus melakukan penanganan terbaik bagi korban dan pengungsi bencana kebakaran. Termasuk memastikan kondisi korban dan pengungsi mendapatkan kebutuhan dasarnya, seperti makanan dan pakaian melalui bantuan yang diberikan.

“Bantuan yang disalurkan ini terdiri dari makanan, pakaian, dan obat-obatan. Bantuan ini akan terus diupayakan untuk disalurkan secara optimal dan kontinyu. Hal ini adalah upaya kami untuk memastikan kondisi korban dan pengungsi dapat memenuhi kebutuhan dasarnya,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN PERTAMINA PLUMPANG atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri