tirto.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengusulkan anggaran tambahan sebesar Rp 2,69 triliun untuk menjalankan fungsinya dalam mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
Ketua BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan anggaran tersebut direncanakan untuk dialokasikan ke 13 kegiatan MBG.
“Usulan kami untuk tentang kontribusi kepada Menteri Keuangan, tentu ini berbicara tentang anggaran, Badan POM, berkontribusi melalui indikator jumlah sampel, dan kami juga telah menjelaskan tentang kebutuhan anggaran untuk 13 kegiatan MBG. Jadi, ada 13 kegiatan yang kami usulkan,” kata Taruna, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (21/5/2025).
Taruna mengatakan tambahan anggaran tersebut sudah pernah disepakati dengan BGN pada saat penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pada 23 Januari lalu. Selain anggaran, MoU tersebut juga menyepakati pelaksanaan pengawalan kemanan pangan MBG termasuk 11 lingkup di dalamnya.
“Pada dukungan Komisi IX DPR pada tanggal 12 Februari melalui RDP, Komisi IX DPR mendukung keterlibatan Badan POM dalam pengawalan keamanan pangan program MBG dan menyetujui tambahan anggaran belanja tambahan yang diusulkan oleh Badan POM,” kucap Taruna.
Adapun 13 usulan kegiatan yang dibuat oleh BPOM adalah dalam bentuk jenis pengawalan pangan. Di antaranya adalah kegiatan penyusunan pedoman mitigasi dan komunikasi resiko keamanan pangan, kolaborasi dengan Universitas Pertahanan (Unhan) terkait pembentukan dan pelatihan pengajar Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), keamanan pangan, pendamping penerapan sistem sertifikasi, pengawasan makanan dan SPPG, pengujian pangan, hingga penjaminan sistem pengujian peralatan.
Lebih lanjut terkait dengan pembentukan SPPI, BPOM juga mengusulkan penambahan materi. Taruna mengatakan bahwa pihaknya kini telah melatih 2000 SPPI dan akan kembali melatih pada Juni sebanyak 32.000 sarjana.
“Dan dari itu ada 900 instruksi Badan POM yang dibentuk untuk yang berhubungan dengan pengawalan MBG,” ujarnya.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, juga ikut merekomendasikan penambahan anggaran kepada BPOM dalam hal mendukung program MBG. Dadan mengatakan BPOM telah secara serius melakukan kontrol terhadap pelaksanaan program dan pergerakannya haruslah didukung dengan anggaran yang memadai.
“Saya kira pergerakannya harus didukung dengan anggaran yang cukup jadi nanti saya merekomendasikan agar BPOM anggarannya ditambah untuk inspeksi kami atau nanti bisa berkolaborasi dengan kami untuk beberapa hal terkait tersebut,” ujar Dadan.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































