tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan jajarannya masih melakukan pemantauan terhadap fluktuasi pasar modal. Pemantauan ini dilakukan tindak lanjut dari kondisi pasar modal belakangan.
"Kita terus ikuti siapa yang potensial untuk kemudian kita pantau lebih lanjut, khususnya terkait dengan tindakan-tindakan yang arahnya ke permainan saham gorengan ya," ujar Sigit di sela Rapim Polri di TMII, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026).
Sigit mengatakan, praktik "goreng saham" ini bisa mengganggu ekosistem pasar modal di Indonesia. Selain itu, pemantauan memang perlu dilakukan guna memastikan iklim investasi di dalam negeri dalam kondisi baik.
"Di satu sisi kita mendorong untuk saham-saham fundamental terus bisa terjaga dengan baik. Sehingga kemudian fundamental dari pasar saham juga betul-betul bisa terjaga," tutur Sigit.
Sebelumnya, Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, mengatakan bahwa situasi IHSG menjadi salah satu yang selalu diamati tim penyidik. Sebab, beberapa kasus ditemukan dari kondisi saham yang berkembang.
"Saat ini pun penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa (kasus gorengan saham)," ujar Ade saat dikonfirmasi.
Ade memastikan bahwa penyelidikan dugaan penggorengan saham dari anjloknya IHSG akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dia pun mengaku belum bisa berbicara banyak sampai bukti-bukti dugaan pidana memang ditemukan.
Diketahui, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya IHSG hingga memicu trading halt tak lepas dari masih maraknya pelaku saham gorengan di pasar modal. Menurutnya, persoalan itu juga yang membuat MSCI membekukan kebijakan indeks khusus bagi saham-saham Indonesia lantaran masih ada persoalan serius terhadap transparansi kepemilikan saham dan mekanisme penilaian free float.
"IHSG jatuh karena berita MSCI yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham," tutur Purbaya, Rabu (28/1/2026).
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id
































