Menuju konten utama

Kapolri Minta Awasi WNA Berwisata Sambil Jadi Mata-Mata

Polri dan pemerintah akan meningkatkan pengawasan terhadap WNA yang masuk ke Indonesia.

Kapolri Minta Awasi WNA Berwisata Sambil Jadi Mata-Mata
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Bali di Denpasar, Bali, Senin (16/6/2025). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan terdapat Warga Negara Asing (WNA) yang bukan hanya berwisata maupun mengungsi ke Indonesia, melainkan menjadi spionase atau pengintai.

Listyo mengatakan hal tersebut terjadi di tengah kondisi global yang tidak menentu dan berdampak terhadap keamanan di Indonesia.

"Di tengah situasi global yang ada ini tentunya kita harus selalu waspada bahwa mereka tidak hanya masuk karena mengungsi atau masuk sebagai wisatawan, namun di satu sisi mereka juga adalah spionase-spionase yang mungkin didorong oleh suatu negara untuk masuk ke Indonesia untuk kemudian mengetahui dan mempelajari bahkan melakukan hal-hal yang tentunya berdampak kepada instabilitas keamanan dalam negeri," kata Listyo dalam sambutannya, di acara penandatanganan nota kesepahaman antara Polri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025).

Listyo juga mengatakan dalam nota kesepahaman antara Polri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), salah satu kerja sama yang akan dilakukan adalah peningkatan pengawasan terhadap WNA yang akan masuk ke Indonesia. Terlebih, kata Listyo, saat ini terjadi peningkatan tenaga kerja asing dan wisatawan mancanegara di Indonesia.

Selain itu, dia juga menyebut, kerja sama ini juga akan dilakukan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh masing-masing instansi. Katanya, kerja sama ini juga berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan SDM.

"Ada saat kita juga melakukan beberapa kegiatan kemarin berkait dengan kegiatan dari Impas yang menggeser napi-napi yang high risk di Nusa Kambangan, terus penanganan berbagai macam kerusuhan, dan juga tukar-menukar sarana dan prasarana manakala terjadi situasi kontingensi," pungkasnya.

Oleh karena itu, Listyo berharap, penandatanganan nota kesepahaman ini, menjadikan Polri dan Kementerian Imipas dapat lebih bersinergi dalam meningkatkan keamanan di Indonesia.

Baca juga artikel terkait KAPOLRI atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto