Menuju konten utama

Kapan Tarawih Terakhir Muhammadiyah 2026 & Takbiran Hari Apa?

Kapan shalat tarawih terakhir Muhammadiyah pada Ramadhan 2026, apakah Rabu 18 Maret atau Kamis 19 Maret? Cek pula takbiran Muhammadiyah tanggal berapa. 

Kapan Tarawih Terakhir Muhammadiyah 2026 & Takbiran Hari Apa?
Ilustrasi Takbiran Keliling. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kapan tarawih terakhir Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah? Apakah pada tahun ini, jumlah hari puasa kalangan Muhammadiyah dibulatkan 30 hari atau hanya 29 hari? Lantas, tanggal berapa pelaksanaan takbiran yang menandai malam Idul Fitri 1447 H?

Shalat tarawih merupakan ibadah khusus yang hanya dilakukan selama bulan Ramadhan. Pelaksanaannya berlangsung pada malam hari setelah shalat isya. Shalat ini dapat dikerjakan baik berjamaah maupun munfarid (sendiri). Pada umumnya, di Indonesia tarawih dilakukan berjamaah, 8 atau 20 rakaat.

Bagi kalangan Muhammadiyah yang karena halangan tertentu tidak dapat mengikuti jamaah di masjid, atau ingin mendapatkan informasi seputar hari apa penyelenggaraan tarawih paling akhir pada Ramadhan 1447 H ini, berikut penjelasan singkatnya.

Kapan Tarawih Terakhir Muhammadiyah Ramadhan 2026?

Pada Ramadhan 2026 ini terdapat perbedaan awal puasa antara organisasi Muhammadiyah dan Pemerintah beserta Nahdlatul Ulama (NU). Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026.

Dalam penanggalan kamariah, sebuah hari dimulai dari terbenamnya matahari pada hari sebelumnya. Oleh karena itu, tarawih pertama Muhammadiyah berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026 malam.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab dan menerapkan KHGT untuk menentukan kapan awal bulan dalam kalender Hijriah. Oleh karena itu, Muhammadiyah tidak perlu melihat hilal lagi dalam memastikan kapan 1 Syawal 1447 H.

Dalam Maklumat PP Muhammadiyah yang disebutkan di muka, termuat juga informasi bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Artinya, bulan Ramadhan 1447 H versi Muhammadiyah genap 30 hari.

Di dalam maklumat tersebut juga dijelaskan bahwa ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis Kliwon, 30 Ramadhan 1447 H (19 Maret 2026) pukul 01.23.28 UTC.

Ketika Matahari terbenam pada hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24.00 UTC, terdapat wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi Bulan lebih dari sama dengan 8 derajat.

Dengan demikian, tarawih terakhir Muhammadiyah pada Ramadhan 2026 ini adalah pada Rabu, 18 Maret 2026 malam, yakni pada malam ke-30 Ramadhan 1447 H.

Pada hari terakhir Ramadhan 1447 H Muhammadiyah, yaitu Kamis, 19 Maret 2026, tidak diadakan shalat tarawih lagi. Pasalnya, Kamis (19/3) adalah malam 1 Syawal.

Takbiran Muhammadiyah 2026 Tanggal Berapa, Kamis atau Jumat?

Takbiran merupakan tradisi masyarakat muslim Indonesia dalam menyambut Idul Fitri dan juga Idul Adha. Biasanya, pelaksanaan takbiran dilakukan dengan mengelilingi kampung atau daerah tertentu sambil menyerukan lafaz takbir dan membawa obor.

Kegiatan ini umumnya dilaksanakan pada malam Idul Fitri atau hari terakhir puasa. Pada malam Idul Fitri, umat Islam sudah tidak menunaikan shalat tarawih seperti hari-hari biasa selama bulan Ramadhan.

Kemudian, mengacu pada Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah akan melangsungkan Idul Fitri 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026. Artinya, malam Idul Fitri sekaligus malam takbiran versi Muhammadiyah dilaksanakan pada sehari sebelumnya pada malam harinya.

Takbiran Muhammadiyah 2026 dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026 malam. Masyarakat muslim Muhammadiyah dapat menggelar acara takbiran, baik berkeliling maupun menyerukan takbir di masjid atau musala.

Khusus bagi wilayah Bali, Pemerintah sepakat bahwa takbiran di Bali tetap berjalan tanpa menggunakan pengeras suara. Hal ini demi menghormati umat Hindu yang tengah melangsungkan Nyepi. Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka bertepatan dengan Jumat (19/3).

Durasi pelaksanaan takbiran pada 19 Maret 2026 di Bali pun dibatasi. Takbiran hanya boleh dilakukan selama pukul 6 hingga 9 malam.

“Alhamdulillah, kami melaporkan kepada Bapak Presiden sudah ada persepakatan kami dengan pemerintah setempat dengan tokoh-tokoh masyarakat di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi, cuma syaratnya ya Nyepi-nya berjalan tapi takbirnya juga berjalan, cuma tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya juga dari jam 6 sampai jam 9,” jelas Menteri Agama, Nasaruddin Umar (4/3/2026).

Pembaca dapat mengakses artikel terbaru Tirto.id mengenai Ramadhan 2026 melalui tautan ini.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus