tirto.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menerima kunjungan delegasi parlemen Inggris di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Rabu (1/4/2026) malam. Pertemuan ini menjadi upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama lintas sektor, terutama di bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyebut kunjungan tersebut tidak sekadar ajang ramah tamah, melainkan bagian dari upaya memperkuat hubungan antarnegara. Ia menekankan pentingnya membangun kedekatan untuk mendorong kolaborasi yang lebih konkret di masa depan.
“Pertemuan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga langkah untuk mempererat hubungan baik dan menjalin persahabatan antarbangsa,” ujar Agustiar dalam siaran pers yang diterima tirto pada Kamis (2/3/2026).
Ia juga menegaskan posisi strategis Kalimantan Tengah sebagai salah satu kawasan dengan fungsi ekologis penting di dunia. Menurutnya, komitmen menjaga kelestarian lingkungan berjalan seiring dengan agenda pembangunan daerah.
“Kalimantan Tengah berada di garda depan dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari paru-paru dunia. Pembangunan dan pelestarian harus berjalan beriringan,” katanya.
Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menjelaskan, kunjungan tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat hubungan dengan mitra internasional, memperkenalkan potensi daerah, serta membuka peluang kolaborasi di sektor strategis.
Ia menambahkan, Kalimantan Tengah memiliki ekosistem gambut yang luas dan berperan penting dalam penyimpanan karbon global. Kondisi ini menjadikan provinsi tersebut strategis dalam upaya menghadapi perubahan iklim dan menjaga keanekaragaman hayati.
Delegasi parlemen Inggris yang dipimpin Barry Strachan Gardiner telah berada di Kalimantan Tengah sejak 28 Maret 2026. Selain bertemu pemerintah daerah, mereka juga mempelajari kegiatan konservasi yang dilakukan Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS).
Dalam kesempatan itu, Gardiner mengaku terkesan dengan sambutan hangat serta komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan. Ia menilai upaya pelestarian hutan dan lahan gambut di Kalimantan Tengah membutuhkan kerja bersama berbagai pihak.
“Kami terkesan dengan perhatian dan usaha besar dalam menjaga hutan dan lahan gambut, serta upaya regenerasi lingkungan yang melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kunjungan ini menjadi langkah awal kerja sama konkret yang berdampak pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































