Menuju konten utama

Kadin Wanti-wanti Ambisi Negara Adidaya Caplok Negara Kaya SDA

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menyoroti langkah negara adidaya memperluas dominasi dengan mencaplok sumber daya alam negara lain.

Kadin Wanti-wanti Ambisi Negara Adidaya Caplok Negara Kaya SDA
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025). Tirto.id/Qonita Azzahra

tirto.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menilai ketidakpastian global saat ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan periode sebelumnya yang dipicu perang dagang dan tarif resiprokal.

Kini, sumber ketidakpastian bergeser ke aksi negara-negara adikuasa yang berupaya memperluas pengaruh dengan menguasai negara lain demi mengamankan sumber daya alam, terutama komoditas mineral kritis.

“Saya sepakat sekali bahwa memang perekonomian dunia ini lagi banyak ketidakpastian. Dua tahun yang lalu kita bicara kebanyakan tentang perang dagang dengan tarif, tapi setahun yang lalu, sekarang sudah berbicaranya tentang perang fisik. Jadi, apa … libido untuk ekspansionisme ini tidak bisa dibendung,” ujarnya dalam Kadin Global and Domestic Economic Outlook 2026 di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Anindya—yang akrab disapa Anin—tidak secara eksplisit menyebut negara adikuasa yang kini berebut pengaruh atas negara lain. Namun, dengan mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam retret Kabinet Merah Putih di Magelang pada awal 2025, ia menjelaskan bahwa sebuah negara dapat disebut adikuasa apabila memiliki kekuatan militer, ekonomi, dan teknologi yang sangat mumpuni.

“Ketika suatu negara merasa mempunyai ketiganya. Benar atau tidak, nah ini membuat menjadi merasa seperti di atas angin. Tapi, karena negara itu negara adikuasa, ada di barat, kita juga harus berhitung musti seperti apa,” tambahnya.

Menurut Anin, salah satu negara besar yang menguasai komoditas mineral kritis hingga minyak dan gas memilih jalan pintas untuk memperluas dominasinya, yakni dengan mengakuisisi negara lain yang memiliki sumber daya alam serupa.

Langkah tersebut, kata dia, justru memicu ketidakpastian baru yang berimbas pada guncangan ekonomi global.

“Jadi, ketika tadi berbicara tentang Cina yang menguasai mineral kritis, Cina menguasai oil and gas. Negara adikuasa mungkin berpikir jalan pintas, bahwa akuisisi adalah jalan yang tercepat. Tapi, itu hanya menciptakan ketidakpastian,” jelasnya.

Menyikapi dinamika konflik antarnegeri adikuasa, Anin mengimbau dunia usaha dan masyarakat untuk tetap tenang. Di saat yang sama, ia menekankan pentingnya fokus memperkuat pertumbuhan ekonomi domestik dan mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih mandiri.

“Jadi, bagaimana kita di Kadin memberikan pandangan kepada para pengusaha, dunia usaha dan juga publik, bahwa kita musti tetap tenang tentunya. Tapi, dunia juga tidak lagi stabil-stabil saja,” tutup Anin.

Baca juga artikel terkait KADIN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana