Jumat Agung di Larantuka, MUI Siapkan Penginapan Bagi Peziarah

Oleh: Yantina Debora - 29 Maret 2018
Dibaca Normal 1 menit
Penginapan alternatif yang disiapkan MUI berupa musala dan juga semua rumah warga Muslim yang ada di Kota Larantuka.
tirto.id - Menjelang Jumat Agung yang jatuh pada 30 Maret 2018, sejumlah peziarah dari berbagai wilayah mulai memadati kota Larantuka, Flores Timur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Flores Timur, NTT pun menyiapkan penginapan alternatif bagi para peziarah Jumat Agung, terutama yang berasal dari daratan Pulau Flores.

"Penginapan alternatif yang disiapkan ini adalah tempat musala dan juga semua rumah warga Muslim yang ada di Kota Larantuka," kata Ketua MUI Flores Timur Ahmad Bethan di Kupang.

Menurut Ahmad, penyediaan penginapan alternatif ini sebagai respons umat Muslim daerah setempat terhadap permasalahan penginapan yang selalu dihadapi para peziarah Jumat Agung setiap tahunnya.

"Tahun ini kami menyiapkan sesuatu yang berbeda dari tahun sebelumnya. MUI sudah minta seluruh warga Muslim untuk menyiapkan kamar, minimal satu kamar untuk menampung peziarah," kata Ahmad.


Seluruh warga Muslim, kata dia, merespons dengan baik dan mengharapkan adanya partisipasi dari semua pihak untuk membantu mengarahkan peziarah yang tidak mendapat tempat tinggal ke rumah-rumah warga Muslim.

"Kami juga minta para pemuda muslim untuk memantau peziarah yang menggunakan konvoi kendaraan dari arah barat Pulau Flores untuk diarahkan ke rumah-rumah warga Muslim, karena umumnya mereka tidak memiliki penginapan," katanya.

Ia menjelaskan MUI menghendaki agar umat Muslim tidak hanya berada di baris depan untuk menjaga keamanan selama prosesi, tetapi juga berperan memberikan informasi tentang Semana Santa dan juga penginapan.

Dia berharap, dengan adanya penyiapan penginapan alternatif ini, tidak ada lagi para peziarah yang tidak mendapat tempat tinggal selama berada di Larantuka untuk mengikuti prosesi Jumat Agung.


Prosesi Jumat Agung yang tahun ini akan jatuh pada 30 Maret 2018 itu, merupakan tradisi sakral dalam agama Katolik untuk memperingati wafat Yesus Kristus. Prosesi berlangsung di Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur yang telah dilaksanakan sejak 500 tahun lampau.

Tradisi keagamaan yang merupakan warisan Portugis itu, sudah berlangsung lebih dari 500 tahun ketika bangsa Portugis menyebarkan agama Katolik dan berdagang cendana di Kepulauan Nusa Tenggara. Prosesi Jumat Agung itu diawali dari perayaan Rabu Trewa.

Prosesi Jumat Agung juga merupakan agenda tahunan dari Pemerintah Daerah Flores Timur sebagai wisata rohani dalam menarik wisatawan, baik domestik dan mancanegara.

Baca juga artikel terkait PERAYAAN PASKAH atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora