Jokowi Ingin PPKM Mikro Diperkuat Usai Berakhirnya Libur Lebaran

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 17 Mei 2021 13:03 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Airlangga warga yang mudik meninggalkan Jakarta saat Hari Raya Idulfitri mencapai 1,5 juta orang.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro usai berakhirnya libur Lebaran pada tahun ini.

"Tadi arahan bapak presiden untuk memperkuat PPKM Mikro baik di tempat mereka berangkat maupun di tempat tujuan di daerah di Jakarta," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers, Senin (17/5/2021).

Airlangga melaporkan warga yang mudik meninggalkan Jakarta mencapai 1,5 juta orang. Dari 1,5 juta orang tersebut, sekitar 1.023.290 orang mudik ke daerah di Pulau Jawa sementara sekitar 440 ribu orang mudik ke Pulau Sumatera. Ia juga mengatakan ada 3 daerah dengan mobilitas naik hampir 100 persen yakni Maluku Utara hampir 100 persen, Sulawesi Barat 74 persen dan Gorontalo 72 persen.

"Mobilitas masih rendah antara lain tentunya di wilayah Bali masih relatif rendah, dan juga terkait peningkatan di tempat wisata," kata Airlangga.

Selain memperkuat PPKM Mikro, Airlangga mengatakan, pemerintah juga memberlakukan tes acak (random test) kepada pemudik yang kembali ke Jakarta. Jokowi, kata Airlangga juga memberikan instruksi tambahan agar ada pemeriksaan ketat di pintu masuk Pelabuhan Bakaheuni Lampung.

"Khusus untuk yang dari Sumatera dilakukan mandatory check di Pelabuhan Bakaheuni dan juga ditempat mereka berangkat. Tentunya kita berharap bahwa mereka yang masuk ke Jawa terutama dari wilayah yang naik itu sudah aman dari COVID," kata Airlangga.

Di saat yang sama, Airlangga melaporkan ada penurunan kasus sebesar 48,6 persen dibandingkan pada puncak kasus 5 Februari 2021 lalu. Saat ini, kasus aktif nasional berada pada angka kisaran 90.800 atau berkurang 7.595 orang dalam satu minggu terakhir.

Tingkat bed occupancy ratio (BOR), diklaim Airlangga juga rendah atau sekitar 29 persen, tetapi masih ada kenaikan di Sumatera.

"Beberapa yang relatif tinggi di Sumatra dan kita lihat bahwa Sumatera Utara 57 persen, Riau 52 persen, Kepulauan Riau 49 persen, Sumatera Barat juga 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen, Bangka-Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, Lampung 38 persen," kata Airlangga.


Baca juga artikel terkait PPKM MIKRO atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto

DarkLight