Jejak Abdi Slank Jadi Relawan Jokowi Sebelum Dapat Komisaris Telkom

Oleh: Zakki Amali - 29 Mei 2021
Dibaca Normal 2 menit
Abdi Slank malang melintang mendukung Joko Widodo sejak 2014 silam. Kini menempati posisi strategi di BUMN telekomunikasi sebagai komisaris Telkom.
tirto.id - Abdi Negara Nurdin atau dikenal Abdee, gitaris Slank, menempati posisi Komisaris Independen PT Telkom Indonesia Tbk mulai Jumat, 28 Mei 2021. Sebelum mendapatkan kursi komisaris itu, Abdee punya riwayat politik panjang terlibat menyokong kampanye Presiden Joko Widodo pada 2014 dan 2019 dari klaster relawan.

Kampanye Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada 2019 silam ditutup dengan sebuah konser besar di Stadion Gelora Bung Karno. Ratusan ribu orang memadati stadion. Terdapat hiburan gratis bagi pendukung Jokowi-Ma’ruf dari para musisi nasional. Dalam konser bertajuk Putih Bersatu itu, Abdee disebut menjadi penggagas.

Kedekatan Slank dengan Jokowi juga tercermin dalam dukungan politik yang diberikan dalam konser penutup kampanye Pilpres 2019. Slank menciptakan lagu berjudul “Bareng Jokowi”. Abdee juga terang-terangan mendukung Jokowi.

"Ayo bareng Jokowi. Ayo juang bersama. Ayo bareng Jokowi. Nomer satukan Indonesia," seru vokalis Slank, Kaka menyanyikan penggalan lirik lagu “Bareng Jokowi" pada 2019 silam.

Mundur ke belakang saat Pilpres 2014 saat Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla, Slank ikut mendukung pula Jokowi lewat konser “Salam 2 Jari”. Abdee ikut pula dalam barisan pendukung Jokowi lewat komunitas “Revolusi Harmoni”. Mereka berharap Jokowi melakukan “revolusi mental” untuk Indonesia lebih baik, sehingga layak dipilih.


Pernah Kritik Jokowi Soal BG

Setelah Jokowi terpilih, Abdee tetap kritis. Salah satunya pada isu pencalonan Kapolri. Pada 2015 Korps Bhayangkara sedang digegerkan oleh pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Di detik-detik terakhir sebelum dilantik, Budi Gunawan menjadi tersangka dugaan korupsi dalam skandal yang dikenal “rekening gendut” di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kasus yang menghebohkan publik dan jadi perhatian nasional itu membuat Abdee bergerak bersama para musisi, seniman, artis, sastrawan dan aktivis bersurat kepada Jokowi. Dalam surat terbuka itu mereka meminta Jokowi membatalkan pencalonan Budi Gunawan.

“KPK telah menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka, kami imbau Bapak Presiden menghormati keputusan tersebut sebagai wujud janji bapak saat kampanye bahwa tidak akan memilih pejabat negara yang bermasalah dengan hukum,” begitu bunyi surat terbuka yang salah satunya ada nama Abdee.

Budi Gunawan akhirnya tidak jadi dilantik setelah Jokowi membatalkan pencalonan sebagai buntut dari penetapan tersangka oleh KPK plus desakan publik yang meluas. Kendati demikian Budi Gunawan kini menjadi Kepala Badan Intelijen Negara.

Posisi Slank yang kritis terhadap Jokowi masih bisa dijumpai setelah Pilpres 2019. Akhadi Wira Satriaji atau akrab dipanggil Kaka, vokalis Slank, sempat berharap kepada presiden terpilih untuk peduli dan memperbaiki kondisi lingkungan. Sebab isu lingkungan jadi perhatian dunia.

"Kalau gue sih lebih ke PR (pekerjaan rumah) tentang alam. Jadi, kalau salah satu yang menang, isu tentang lingkungan hidup, laut, hutan (mesti diperhatikan), karena itu isu dunia," ujar Kaka pada 2019 lalu.

Sampai saat ini Slank masih menyuarakan isu lingkungan lewat album terbaru “Vaksin” yang pada awal 2021. Salah satu lagu di dalamnya berjudul “Seleksi Alam” yang berisi pesan kerusakan alam dan bencana alam disebabkan oleh manusia.

"Ini perenungan selama pandemi, lagu ini ditulis pas setahun yang lalu di April 2020 bercerita soal teguran banyak orang yang melihat tapi tidak mengamati bahwa sebenarnya banyak tanda-tanda seleksi alam yang lewat di depan hidung tidak kita sadari," kata Bimbim dalam rilis video klip “Seleksi Alam” pada 22 April lalu.


Lewat sebuah rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Jumat kemarin, Abdee ditunjuk oleh Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai komisaris independen Telkom. Jajaran komisaris dirombak. Eks Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro menduduki jabatan Komisaris Utama Telkom. Sebelumnya, Bambang tidak lagi punya jabatan publik setelah kementerian yang dipimpinnya dilebur ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"RUPST juga menyetujui perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, Jumat (28/5/2021).

Dalam rapat tahunan itu juga diumumkan laba yang diperoleh Telkom selama setahun terakhir. Di tengah pandemi, Telkom meraih laba bersih Rp20,8 triliun yang berarti tumbuh 11,5 persen pada tahun buku 2020 dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah laba itu dialokasikan untuk dividen sebesar Rp16,64 triliun.

Dengan masuknya Abdee sebagai komisaris berarti menambah daftar relawan Jokowi yang masuk jajaran BUMN. Pada Desember 2020 saja ada 18 relawan Jokowi dalam jajaran BUMN. Mereka antara lain Ulin Ni’am Yusron, Arya Sinulingga, Irma Suyani Chaniago, Budiman Sudjatmiko, Fadjoel Rachman, Eko Sulistyo hingga Zuhairi Misrawi.

Baca juga artikel terkait RELAWAN JOKOWI atau tulisan menarik lainnya Zakki Amali
(tirto.id - Politik)

Reporter: Antara
Penulis: Zakki Amali
Editor: Rio Apinino
DarkLight