tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor jasa keuangan nasional tumbuh impresif sebesar 7,92 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal IV 2025. Angka ini menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II tahun 2021, yang didorong oleh performa sektor perbankan, asuransi, hingga dana pensiun yang kembali ekspansif.
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi atau Kiki, membeberkan perbandingan capaian pertumbuhan sektor jasa keuangan pada kuartal IV 2025. Pada periode yang sama dibanding kuartal sebelumnya, capaian pertumbuhan hanya sebesar 0,77 persen. Sementara dibanding periode yang sama di tahun 2024, hanya sebesar 1,74 persen.
“Kita juga melihat data BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan tumbuh sebesar 7,92 persen secara tahunan pada periode yang sama. Merupakan laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II tahun 2021,” paparnya, dalam Indonesia Economic Outlook 2026 yang dihelat OJK Institute secara daring, Kamis (19/2/2026).
Kiki menyebutkan, lonjakan kinerja industri jasa keuangan didorong oleh kinerja intermediasi keuangan yang tetap ekspansif. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit serta kinerja sektor asuransi dan dana pensiun yang kembali tumbuh positif, setelah dalam dua tahun sebelumnya Selalu mengalami kontraksi.
Dari data BPS, pada akhir tahun 2025 industri asuransi dan dana pensiun tumbuh hingga 6,29 persen, dengan kontribusi sebesar 19,41 persen terhadap pertumbuhan industri jasa keuangan secara keseluruhan. Kinerja industri asuransi dan dana pensiun tersebut melonjak drastis dibandingkan periode kuartal III 2025 yang hanya tumbuh 3,80 persen maupun dibanding akhir tahun 2024 yang masih mengalami kontraksi 0,43 persen.
“Kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang saat ini sudah mencapai 184 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia,” tambah Kiki.
Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya peran pasar modal dalam pembiayaan perekonomian nasional serta semakin luasnya diversifikasi produk keuangan yang tersedia bagi masyarakat dan pelaku usaha. Meski begitu, struktur perekonomian domestik saat ini masih bersifat bank led atau didominasi oleh sektor perbankan, di mana intermediasi sektor keuangan masih ditopang oleh perbankan.
“Oleh karena itu pendalaman pasar keuangan menjadi fokus utama OJK dengan meningkatkan peran pasar modal, mendiversifikasi sumber pembiayaan, serta mengurangi risiko maturity and funding mismatch dalam sistem keuangan nasional kita,” tutup Kiki.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





































