Menuju konten utama

Realisasi Penyaluran Kredit Melambat Jadi 7,03% di Juli 2025

Pertumbuhan tersebut lebih lambat dari realisasi penyaluran kredit bulan sebelumnya yang masih bisa tumbuh 7,77 persen (yoy).

Realisasi Penyaluran Kredit Melambat Jadi 7,03% di Juli 2025
Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10/2017). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran kredit mencapai Rp8.043 triliun hingga akhir Juli 2025, tumbuh 7,03 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengakui pertumbuhan tersebut lebih lambat dari realisasi penyaluran kredit bulan sebelumnya yang masih bisa tumbuh 7,77 persen (yoy).

“Per Juli 2025, kredit tumbuh sebesar 7,63 persen yoy, dari sebelumnya 7,77 persen, dengan total mencapai Rp8.043,2 triliun,” katanya, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Agustus 2025 secara daring, Kamis (4/9/2025).

Jika dirinci berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi tercatat tumbuh sebesar 12,42 persen (yoy), lebih tinggi dari jenis kredit lainnya. Selanjutnya, kredit konsumsi tercatat sebesar 8,11 persen dan kredit modal kerja hanya tumbuh 3,08 persen.

Sedangkan dari kategori debitur, kredit korporasi tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 9,59 persen, sedangkan kredit yang disalurkan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hanya sebesar 1,82 persen.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) dilaporkan tumbuh 7,7 persen (yoy) menjadi Rp9.294 triliun, naik dari posisi Juni 2025 yang hanya sebesar 6,96 persen.

Sementara itu, likuiditas perbankan tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 119,43 persen dan rasio Alat Likuid/DPK (AL/DPK) sebesar 27,08 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan yang masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Pun, rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) juga masih di atas batas ketentuan minimum di level 205,26 persen.

Kemudian untuk ketahanan perbankan tetap terjaga dengan permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) di posisi 25,88 persen, naik dari posisi Juni 2025 yang sebesar 25,81 persen.

“Dapat kami laporkan pula bahwa kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL (Non-Performing Loan) growth sebesar 2,28 persen, Juni yang lalu tercatat 2,22 persen dan NPL net sebesar 0,86 persen, Juni yang lalu tercatat sebesar 0,84 persen. Sementara itu loan at risk atau LAR relatif stabil tercatat di atas 9,68 persen,” papar Dian.

Baca juga artikel terkait OJK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra