Menuju konten utama

Penyaluran Kredit SMBC Indonesia Tembus Rp3,5 T di Kuartal II

Penyaluran kredit ini juga tumbuh tipis dibandingkan penyaluran kredit kuartal sebelumnya yang senilai Rp3,3 triliun atau tumbuh 19 persen (yoy).

Penyaluran Kredit SMBC Indonesia Tembus Rp3,5 T di Kuartal II
(Kiri) Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia, Febri Rusli dan (kanan) Communication and Daya Head SMBC Indonesia, Andrie Darusman, dalam sharing session bersama Daya dan Jenius, di Menara SMBC, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025). tirto.id/Qonita Azzahra

tirto.id - Layanan perbankan digital milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia), Jenius telah menyalurkan kredit senilai Rp3,5 triliun di kuartal II 2025, tumbuh 13 persen secara tahunan (year on year/yoy). Nilai tersebut juga tumbuh tipis dibandingkan penyaluran kredit kuartal sebelumnya yang senilai Rp3,3 triliun atau tumbuh 19 persen (yoy) dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

"(Penyaluran kredit) sampai dengan Juni (2025), year on year (tumbuh) 13 persen, nilainya Rp3,5 triliun," ujar Communication and Daya Head SMBC Indonesia, Andrie Darusman, dalam sharing session bersama Daya dan Jenius, di Menara SMBC, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).

Sayangnya, manajemen tak merinci berapa realisasi penyaluran kredit oleh berbagai produk Perseroan. Namun, ia memastikan bahwa kartu kredit menjadi salah satu yang menjadi penopang pertumbuhan penyaluran kredit Jenius.

Menurut Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia, Febri Rusli, kuatnya pertumbuhan pengguna kartu kredit Jenius tak lain disebabkan oleh lengkapnya layanan yang ada di dalam aplikasi Jenius.

"Jenius itu very strong di kartu kredit. Karena we have the first digital credit cards yang semuanya fully managed dari mulai onboarding, sampai transaksinya itu dimanaged dalam apps Jenius. Bahkan, salah satu differentiator-nya itu kartu tambahannya pun bisa dimanaged dari aplikasi Jenius. Sehingga, sangat berbeda approach-nya dengan kartu kredit lain yang menyebabkan facts kartu kredit Jenius itu bertambah terus dan membuat kredit kita terus bertumbuh," jelas dia.

Tidak hanya itu, selain melalui Jenius, penyaluran kredit Perseroan dinilai akan terus melanjutkan pertumbuhannya hingga akhir 2025, yang didukung oleh luasnya segmen bisnis SMBC Indonesia. Febri merinci, saat ini segmen bisnis perusahaan meliputi juga untuk perusahaan retail (retail corporate), hingga tabungan pensiun.

"Jadi, bank kita itu segmennya sangat kuas di retail corporate, even di retail-nya ada prioritas, ada yang mess-nya di Jenius, bahkan ada yang serving pension, di corporate-nya juga ada SMBC," tuturnya.

Sebelumnya Jenius Business Stream Head SMBC Indonesia, Anita Ekasari, menjelaskan pada saat kredit perusahaan tumbuh 19 persen (yoy), dengan nilai mencapai Rp3,3 triliun di kuartal I 2025, Perseroan mampu menjaga kualitas kredit. Hal ini tercermin dari rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) Jenius yang masih terjaga di bawah level 5 persen.

"Kredit macet kita masih oke, masih di bawah 5 persen. Sesuai dengan peraturan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata Anita dalam konferensi pers peluncuran Kartu Kredit Tambahan (supplementary), s-Card, di Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2025).

Baca juga artikel terkait JENIUS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra