Menuju konten utama

Istana Jelaskan Pidato Prabowo soal Kalah Pilpres di Acara KSTI

Mensesneg Prasetyo menyebut Prabowo konsisten menempuh jalur demokrasi sejak 2004 dan kini fokus bekerja usai mendapat mandat rakyat pada 2024.

Istana Jelaskan Pidato Prabowo soal Kalah Pilpres di Acara KSTI
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kedua kanan), Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Cucun Ahmad Syamsurijal (kedua kiri), dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea (kanan) menyampaikan keterangan usai rapat koordinasi satgas mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK bersama perwakilan pemerintah dan pimpinan DPR itu membahas monitoring terhadap perusahaan yang berpotensi melakukan PHK dan memetakan persoalan industri guna mencegah terjadinya gelombang PHK serta menunjuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjadi ketua satgas. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai perjalanan panjangnya dalam mengikuti kontestasi pemilihan presiden.

Ia menegaskan, Prabowo ingin menyampaikan pesan bahwa sikap tidak mengganggu pemerintahan yang sedang berjalan merupakan bentuk ketaatan terhadap konsensus demokrasi.

“Beliau mengerti memang konsensusnya seperti itu, beliau masuk ke politik. Beliau berjuang melalui jalur politik, mengikuti semua mekanisme dan konsensus yang memang sudah disepakati,” ujar Prasetyo di sela acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6/2026).

Prasetyo menjelaskan, meski sempat berkali-kali gagal mendapatkan mandat rakyat, Prabowo tidak pernah mengambil langkah yang merusak stabilitas negara.

Baginya, pemilu lima tahunan adalah kesepakatan bernegara yang harus dihormati oleh seluruh pihak.

Menurut Prasetyo, sikap tersebut berangkat dari pemahaman bahwa demokrasi mengharuskan kompetisi yang sehat.

Sejak 2004 hingga 2024, kata Prasetyo, Prabowo konsisten menempuh jalur konstitusional dengan mendirikan partai politik dan menawarkan program kepada masyarakat, alih-alih melakukan tindakan yang mengganggu pemimpin yang sedang menjabat.

Setelah diberikan amanah oleh rakyat pada 2024, Prabowo disbeut kini fokus bekerja keras.

Masa pemerintahannya saat ini diisi dengan percepatan berbagai program demi membayar kepercayaan masyarakat atas perjuangan panjangnya.

“Beliau maju, menawarkan diri kepada masyarakat untuk meminta mandat. Pertama belum berhasil, meminta mandat lagi belum berhasil, sampai empat kali tahun 2024, beliau diberi amanah oleh rakyat melalui mekanisme konstitusional,” terang Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, ketiadaan mandat di masa lalu justru menjadi pemacu bagi Presiden untuk memberikan dedikasi penuh saat ini.

“Oleh karena itulah selama dua tahun ini beliau bekerja keras membayar perjuangan yang selama ini belum digunakan, karena belum ada mandat, untuk diberikan yang lebih baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana