tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menepis kabar bahwa Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, yang berasal dari fraksi Partai Golkar, akan diproyeksikan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK. Menurutnya, nama-nama calon pimpinan OJK belum beredar setelah sejumlah petinggi OJK mundur beberapa waktu lalu.
"Belum ada [calon pimpinan OJK]," tegas Prasetyo di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo menegaskan bahwa nama-nama calon pimpinan OJK sendiri belum ada meski usulan nama-nama pansel sudah ada.
Pemerintah masih fokus menyusun tim seleksi yang kompeten agar pimpinan yang terpilih nantinya memiliki kompetensi teknis yang mumpuni serta pemahaman mendalam atas peran strategis OJK.
Prasetyo pun menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kuat agar dinamika negatif di pasar modal tidak terjadi lagi di masa depan. Hal ini sekaligus merespons kekhawatiran pelaku pasar terhadap sosok pimpinan OJK selanjutnya.
"[Pimpinan] Harus mengerti bahwa OJK peranannya sangat penting di dalam menjaga ekosistem jasa keuangan kita," ujar Pras.
Di saat yang sama, Prasetyo menekankan pentingnya figur pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendatang yang mampu menjaga stabilitas ekosistem keuangan nasional.
Ia berharap pimpinan baru nantinya dapat mencegah terulangnya kendala di pasar modal atau bursa.
"Ya harapannya kita harus berhasil menemukan pimpinan OJK yang betul-betul, jelas menguasai ya bidangnya," kata Prasetyo.
Sebagai informasi, sejumlah pejabat tinggi di OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026). Hal ini diduga akibat keputusan MSCI yang membekukan saham-saham RI dari portofolio bergengsi miliknya dan memicu trading halt di pasar saham selama dua hari berturut-turut.
Tak tanggung-tanggung, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, hingga Dirut BEI, Iman Rachman, kompak meletakkan jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas gejolak di pasar modal. Selain kedua nama itu, tiga pejabat lainnya yang mundur dari posisinya adalah Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi; Deputi Komisioner Pengawas Emiten OJK, Aditya Jayaantono; dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara.
Saat ini, OJK sudah menetapkan Friderica Widyasari Dewi alias Kiki sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK pada Sabtu (31/1/2026).
Friderica diketahui sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.
Selain itu, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon.
Di sisi lain, Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Misbakhun, mengaku belum mengetahui informasi terkait namanya yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua Dewan Komisioner OJK.
Ia mengatakan, hingga saat ini tugas yang diberikan partainya adalah menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.
“Saya belum tahu. Saya belum tahu. Sampai saat ini tugas partai saya, saya adalah Ketua Komisi 11,” ujar Misbakhun kepada wartawan di Gedung DPR, Rabu (4/2/2026).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





































