Menuju konten utama

Isi Pidato Pengantar Sidang Tahunan MPR 2025 oleh Ahmad Muzani

Simak isi pidato pengantar Sidang Tahunan MPR RI 2025 berikut. Berbagai macam hal disampaikan oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.

Isi Pidato Pengantar Sidang Tahunan MPR 2025 oleh Ahmad Muzani
Ketua MPR Ahmad Muzani (kiri) bersama Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin (kanan) menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga/app/rwa.

tirto.id - Sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2025 berlangsung hari ini, 15 Agustus 2025, mulai pukul 09.00 WIB. Ahmad Muzani selaku ketua MPR RI turut menyampaikan Pidato Pengantar Sidang Tahunan MPR RI.

Sidang Tahunan MPR 2025 menjadi forum utama bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan pidato kenegaraan sekaligus laporan kinerja lembaga negara.

Rangkaian acara juga mencakup penayangan video capaian pemerintah sebelum pidato presiden. Kehadiran tokoh-tokoh nasional serta undangan khusus menegaskan posisi sidang ini sebagai salah satu agenda kenegaraan paling penting.

Isi Pidato Pengantar Sidang Tahunan MPR 2025

Isi pidato pengantar Sidang Tahunan MPR 2025 oleh Ahmad Muzani selaku Ketua MPR RI membahas sejumlah hal, terutama berbagai program yang digulirkan pemerintahan Prabowo Subianto.

Di antaranya termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, serta Sekolah Rakyat. Selain itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, juga turut menyinggung masalah internasional, seperti konflik Kamboja dan Thailand dan kondisi di Gaza, Palestina.

Berikut ini adalah poin-poin penting dala isi pidato pengantar Sidang Tahunan MPR 2025 oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani:

  • Sidang Tahunan MPR 2025 kali ini dihadiri oleh setidaknya 604 anggota.
  • Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat, termasuk nikmat kemerdekaan.
  • Katanya, kemerdekaan bukan pencapaian akhir, tapi pintu menuju kerja keras dan pembaharuan tiada henti.
  • Dalam kepemimpinan Prabowo, Indonesia dinilai lebih kompetitif dan berdaulat di kancah dunia. Arah pembangunan terletak di kemandirian pangan, ketahanan energi, pembangunan nasional, dan teknologi.
  • Program hilirisasi, pembangunan wilayah perbatasan, digitalisasi pelayanan publik dan penguatan UMKM disebut menjadi modal penting untuk menghadapi ketidakpastian global.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya sekedar memberi makan. Namun, investasi besar bagi bangsa di tengan gizi buruk dan stanting. Melalui program tersebut, pemerintah memastikan anak-anak mendapat akses makanan bergizi, tumbuh sehat, kuat dan cerdas. MBG juga menjadi penggerak ekonomi lokal dan instrumen pemerataan ekonomi.
  • Koperasi Merah Putih sebagai alat perjuangan rakyat secara ekonomi memiliki tujuan membangun ekonomi desa yang modern dan berpihak kepada rakyat kecil.
  • Sekolah Rakyat adalah jawaban strategis untuk menghadapi pemerataan pendidikan di indonesia. Hadir untuk keluarga kurang mampu dan menjadi jalan keluar bagi anak bangsa untuk meraih masa depan yang lebih baik.
  • Program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk setiap rakyat agar memiliki tubuh yang sehat, mencegah penyakit dan memastikan layanan kesehatan yang layak.
  • Di tengah perayaan HUT RI, masih ada penderitaan dan kehilangan. Jutaan manusia dikatakan kehilangan hak dasar, hak untuk memiliki rumah, dan hak menyambut masa depan.
  • Ketegangan yang meningkat di berbagai belahan dunia seperti di Timur Tengah Iran dan Israel. Konflik yang dianggap memenuhi syarat unsur genosida di Gaza.
  • Politik luar negeri indonesia harus berpihak pada kemanusiaan, termasuk dukungan tegas yang konsisten tehadap Palestina.
  • MPR menyambut baik langkah Presiden RI yang menyerukan perdamaian di forum-forum internasional, termasuk dukungan kepada Palestina.
  • Dialog dan diplomasi adalah cara terbaik untuk menyelesaikan permasalahan di ASEAN, termasuk konflik Kamboja dan Thailand.
  • Apresiasi MPR terhadap penanganan kasus korupsi. Korupsi dianggap sebagai penghianatan dalam berdemokrasi.
  • 18 Agustus sebagai hari konstitusi adalah saat yang tepat untuk menghayati konstitusi yang hidup.
  • Pemerintah telah memprioritaskan kemandirian ekonomi dan sumber daya alam untuk kepentingan nasional.
  • MPR memiliki tiga peran penting: Rumah kebangsaan (berkumpul, berdialog dari berbagai kalangan), pengawal konstitusi (menjaga dan memastikan nilai konstitusional tetap hidup), dan penjaga kedaulatan (rakyat kebijakan negara berpihak kepada rakyat). Rakyat pemegang kedaulatan tertinggi.
Menutup pidatonya, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyampaikan tiga macam pantun sebagai berikut:

Pantun 1

Makan gratis untuk para siswa

Ilmu dan adab dalam membangun bangsa

Nasionalisme kita kobarkan dalam jiwa

Untuk menuju Indonesia Raya

Pantun 2

Indonesia kaya akan sumber daya

Asta Cita untuk Indonesia tercinta

Danantara optimalkan aset negara

Menuju masa depan yang cerah dan sejahtera

Pantun 3

Koperasi Merah Putih pondasi ekonomi

Gotong royong dan kekeluargaan yang hakiki

Prabowo Subianto adalah pemimpin sejati

Untuk Indonesia Raya yang tetap abadi

Pembaca juga dapat mengetahui info lain tentang Sidang Tahunan MPR 2025 melalui tautan yang tersedia di bawah ini:

Sidang Tahunan MPR RI

Baca juga artikel terkait SIDANG TAHUNAN MPR 2025 atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo