tirto.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menilai latar belakang purnawirawan TNI tak menjadi persoalan dalam penunjukan Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan yang baru. Terpenting, bagi Irma, sosok yang ditunjuk sebagai Dirut BPJS Kesehatan, memiliki kapasitas dan kemampuan dalam menjalankan tugasnya.
"Sebetulnya purnawirawan TNI atau Polri sepanjang memahami dan memiliki kapasitas yang jelas sesungguhnya tidak masalah," kata Irma saat dihubungi Tirto, Jumat (20/2/2026).
Sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan, Komisi IX DPR berharap pimpinan baru dapat menjalin kerja sama yang baik dengan DPR serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Dia juga berharap kinerja direksi BPJS yang baru lebih baik dibanding periode sebelumnya.
"Harapan kami sebagai mitra kerja, bisa bekerja sama denga baik dan mampu mengatasi masalah dan wajib harus lebih berkualitas dari pimpinan periode lalu," tegas Irma.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk purnawirawan TNI, Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan 2026-2031 mulai 19 Februari 2026.
Prihati menggantikan Ali Ghufron Mukti yang menjadi Dirut BPJS Kesehatan periode 2021-2026.
Pengangkatan Prihati resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/P Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
Prabowo juga mengangkat Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, dan Sutopo Patria Jati sebagai direktur.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































