tirto.id - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan periode 2026–2031, Saiful Hidayat, menegaskan kesiapannya untuk memimpin lembaga tersebut dengan mengusung strategi utama yang disebut 3C.
Komitmen ini disampaikan usai pelantikan jajaran Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan di Kantor Kemenko PM, Jumat (20/2/2026).
"Kami siap bekerja keras Pak Menko. Dan izin menindaklanjuti arahan Pak Menko, kami sudah menyiapkan tiga fokus utama kami Pak Menko, yang kami sebut sebagai 3C," ujar Saiful Hidayat usai pelantikan.
Saiful menjelaskan bahwa strategi 3C tersebut mencakup Coverage, Care, dan Credibility.
Fokus ini merupakan langkah lanjutan untuk memperluas cakupan bagi pekerja informal serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan melalui kolaborasi strategis.
"C yang ketiga adalah Credibility. Bagaimana kami meningkatkan kredibilitas atas data, proses, compliance, dan tentunya strategic collaboration dengan para stakeholder," lanjut Saiful.
Ia berharap langkah ini dapat memperkuat kepercayaan dari pemerintah maupun masyarakat.
"Mohon izin kami akan fokus kepada 3C itu," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026–2031, Prihati Pujiwaskito, memaparkan tantangan besar dalam mengelola jaminan kesehatan bagi ratusan juta warga Indonesia.
"Pesertanya 283 juta jiwa dan bekerja sama dengan 23.000 fasilitas kesehatan dan 3.000 rumah sakit," kata Prihati.
Ia berkomitmen untuk mempertahankan performa positif dari kepemimpinan sebelumnya sembari melakukan inovasi layanan.
"Kami akan melanjutkan yang baik-baik. Dan kami siap Pak melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab," tegasnya.
Prihati juga menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan layanan akan menjadi prioritas utamanya dalam lima tahun ke depan.
"Siap bekerja keras untuk pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat. Terima kasih," imbuhnya.
Pelantikan jajaran pimpinan baru BPJS untuk masa jabatan 2026–2031 ini merujuk pada Keputusan Presiden RI Nomor 17/P Tahun 2026 dan Nomor 18/P Tahun 2026. Regenerasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem jaminan sosial nasional sebagai pilar utama kesejahteraan rakyat Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, pimpinan terdahulu memberikan catatan penting mengenai estafet kepemimpinan ini. Eks Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, meyakini regenerasi ini akan membawa energi baru tanpa menghilangkan visi perlindungan pekerja.
"Saya meyakini bahwa semangat untuk melindungi masyarakat, pekerja terutama, tetap menjadi komitmen bersama kita sama-sama. Walaupun pimpinan berganti, semangat itu tetap ada," tutur Pramudya.
Ia juga menyatakan telah membekali pimpinan baru dengan pijakan organisasi yang matang.
"Kami pada lima tahun ini sudah insyaallah sudah menyiapkan fondasi yang kuat untuk diteruskan oleh kepemimpinan yang baru," pesannya.
Sedangkan eks Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti Ali, turut menitipkan pesan agar BPJS Kesehatan tetap menjadi rujukan dunia. Ia bangga karena dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah mencapai cakupan kesehatan semesta yang luar biasa.
"Satu-satunya institusi pemerintah sejak merdeka yang masuk nominasi Nobel itu adalah BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan didirikan itu oleh karena untuk meningkatkan akses terutama bagi seluruh masyarakat Indonesia dan lebih berdaya," jelas Ghufron.
Ia berharap kolaborasi yang selama ini terbangun dapat terus ditingkatkan di bawah pimpinan baru.
"Kita berharap dengan pimpinan yang baru, Indonesia terus meningkat menjadi benchmark di banyak negara," harapnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id




























