Menuju konten utama

Info Gunung Meletus Hari Ini: Lewotobi Laki-Laki & Semeru Erupsi

Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Semeru mengalami erupsi hari ini, Selasa, 23 September 2025. Simak daftar letusan dan ketinggian erupsinya.

Info Gunung Meletus Hari Ini: Lewotobi Laki-Laki & Semeru Erupsi
Gunung Semeru. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nym.

tirto.id - Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Semeru mengalami erupsi hari ini, Selasa, 23 September 2025. Simak info gunung meletus hari ini beserta tinggi abu vulkaniknya.

Melansir laman resmi Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia (MAGMA Indonesia), Gunung Api Lewotobi Laki-laki mengalami lima kali erupsi selama hari Selasa (23/9/2025) pukul 09.30 WIB.

Saat ini, Lewotobi Laki-Laki berada di level IV atau awas. Dalam dua hari terakhir, aktivitas gunung Lewotobi Laki-Laki mengalami beberapa kali erupsi. Sementara itu, Gunung Semeru juga mengalami erupsi dalam dua hari terakhir.

Masyarakat yang berada di sekitar wilayah tersebut diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius tertentu.

Update Lewotobi Laki-Laki & Semeru Erupsi

Melansir laman resmi MAGMA Indonesia, Lewotobi Laki-Laki mengalami erupsi dengan awan abu vulkanik pukul 00.36 UTC (08.36 waktu setempat). Puncak awan abu diperkirakan sekitar 9869 kaki (3084 m) di atas permukaan laut atau 4800 kaki (1500 m) di atas puncak.

Sementara itu, awan abu bergerak ke arah barat laut. Abu vulkanik teramati berwarna abu-abu tebal. Berdasarkan pengamatan MAGMA Indonesia, cuaca di sekitar Lewotobi Laki-Laki cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat dan barat laut, dengan uhu udara sekitar 20.5-21.9°C.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi maksimum 111 detik. Kemudian, terdapat tiga kali letusan/erupsi dengan amplitudo 4.4-10.5 mm, dan lama gempa 101-242 detik.

Dua kali gempa vulkanik dengan amplitudo 2.2-7.4 mm, S-P 1.7-2.3 detik dan lama gempa 12-20 detik. MAGMA Indonesia juga mencatat adanya 4 kali gempa hembusan, 1 kali gempa harmonic, 3 kali gempa tremor non-harmonik, dan 2 kali gempa low frequenc.

Setelah terjadinya erupsi, MAGMA Indonesia mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Lewotobi Laki-laki agar tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan sektoral Barat Daya - Timur Laut sejauh 7 Km dari pusat erupsi Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

Sehari sebelumnya pada Senin, 22 September 2025, Lewotobi Laki-laki juga mengalami erupsi dengan awan abu vulkanik terjadi pukul 17.38 UTC (01.38 waktu setempat). Ketinggian abu vulkanik diperkirakan mencapai 11.469 kaki (3.584 m) di atas permukaan laut atau 6.400 kaki (2.000 m) di atas puncak.

“Awan abu bergerak ke arah barat laut. Abu vulkanik teramati berwarna abu-abu. Intensitas abu vulkanik teramati tebal,” tulis keterangan MAGMA Indonesia, Senin (22/9).

Selain Lewotobi Laki-laki, Gunung Semeru juga mengalami erupsi pada Selasa, 23 September 2025 pukul 05:25 WIB. Tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 3976 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 130 detik.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.

Sebelumnya, Gunung Semeru juga mengalami erupsi dengan awan abu vulkanik pada Senin, 22 September 2025 pukul 22.25 UTC (05.25 WIB). Ketinggian awan vulkanik sekitar 12.723 kaki (3.976 m) di atas permukaan laut atau 960 kaki (300 m) di atas puncak.

Awan abu bergerak dari barat ke barat laut. Abu vulkanik teramati berwarna putih hingga abu-abu. Intensitas abu vulkanik teramati tebal. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi maksimum 130 detik.

Daftar Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Selasa, 23 September 2025

  • Pukul 10:07 WITA, erupsi berdurasi 103 detik dengan visual letusan tidak teramati.
  • Pukul 08:36 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak.
  • Pukul 01:38 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 3584 m di atas permukaan laut).
  • Pukul 01:11 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 2384 m di atas permukaan laut)
  • Pukul 00:00 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1200 m di atas puncak (± 2784 m di atas permukaan laut).
Daftar Erupsi Gunung Semeru, Selasa, 23 September 2025

  • Pukul 05:25 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 3976 m di atas permukaan laut).

Baca juga artikel terkait ERUPSI GUNUNG atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo