tirto.id - Gempa magnitudo 6,4 dan 5,1 terjadi Papua pada Selasa (12/8/2025), serta mengguncang sejumlah wilayah seperti Kabupaten Sarmi. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di tenggara Sarmi.
Gempa magnitudo 6,4 dirasakan pada hari ini pukul 15.24 WIB atau 17.24 WIT. Pusat gempa berada di laut, 27 km tenggara Sarmi, serta dirasakan dengan skala MMI IV-V Sarmi, II-III Kota Jayapura, II-III Kabupaten Jayapura, dan II-III Wamena. Gempa ini berada di koordinat 1,90 LS-138,99 BT dan kedalaman 13 km.
Gempa susulan magnitudo 5,1 terjadi pukul 16.43 WIB atau 18.43 WIT, berpusat di laut sekitar 42 km tenggara Sarmi dengan kedalaman 19 km. Koordinat gempa 1,92 LS-139,13 BT dan mengguncang dengan skala MMI III Kabupaten Sarmi.
Dampak Gempa Magnitudo 6,4 dan 5,1 di Sarmi Papua Hari Ini
Gempa magnitudo 6,4 dan 5,1 laut tenggara Sarmi pada Selasa (12/8/2025), tidak berpotensi tsunami, berdasarkan analisa seismologis sementara gempa dangkal akibat adanya aktivitas Jalur Anjak Mamberamo (Mamberamo Thrust Belt).
Kendati demikian, sejumlah kerusakaan dilaporkan terjadi. Hal ini dikonfirmasi Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
“Berdasarkan laporan dari masyarakat gempa bumi ini menimbulkan kerusakan di Sarmi, namun belum ada laporan lanjutan," katanya pada Selasa (12/8/2025) sore, dikutip dari ANTARA pukul 16.58 WIB.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sarmi, AKBP Ruben Falayukan, mengatakan bahwa gempa itu dirasakan masyarakat setempat. Dikatakan AKBP Ruben, warga juga sempat berlarian saat gempa terjadi.
“Termasuk anggota yang berada di Mapolres Sarmi berlarian keluar karena terasa cukup besar," kata dia dihubungi dari Jayapura, Provinsi Papua, pada Selasa, dikutip dari ANTARA.
Sementara itu, menurut BMKG, gempa pertama terdeteksi berada di darat dengan kedalaman 38 kilometer pada jarak 4 kilometer dari arah tenggara Sarmi, Papua.
Getaran gempa dirasakan mengguncang sejumlah daerah beberapa saat dengan skala IV MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) hingga terkecil skala intensitas II MMI yakni meliputi wilayah Sarmi hingga Kota Jayapura, dan Wamena.
BMKG juga mendeteksi sedikitnya ada empat gempa susulan dengan kekuatan terbesar 5,1 - 4,1 magnitudo.
Terkait hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengecek dan memastikan kembali bangunan tempat tinggal, apakah ada kerusakan atau tidak akibat getaran gempa, sebelum kembali memasukinya.
Selain itu kewaspadaan juga mesti ditingkatkan sambil tetap mengikuti pedoman dari pemerintah setempat dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, sampai hasil analisa peristiwa menyeluruh dilaporkan oleh BMKG.
Masyarakat juga bisa memantau informasi terbaru terkait gempa melalui laman atau media sosial BMKG. Selain itu, masyarakat juga dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat di Jayapura dan Wamena.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id






























