tirto.id - Salah satu jabatan yang diincar dalam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK Paruh Waktu adalah Pengelola Layanan Operasional. Ketahui tugas jabatan Pengelola Layanan Operasional dan besaran gaji yang diterima.
Jabatan Pengelola Layanan Operasional merupakan posisi yang menopang kelancaran administrasi dan operasional teknis harian di instansi pemerintah. Pekerjaan mereka meliputi tugas-tugas vital seperti pengolahan data, inventarisasi aset, hingga dukungan logistik.
Seiring perubahan status menjadi PPPK Paruh Waktu, fokus utama para pekerja ini beralih dari sekadar kepastian bekerja menjadi kejelasan mengenai hak-hak finansial. Meski jam kerja lebih singkat, PPPK paruh waktu tetap diharapkan berperan penting, salah satunya menjaga roda birokrasi tetap berjalan dan mendukung kualitas layanan kepada masyarakat.
Tugas Pengelola Layanan Operasional
Secara umum, tugas pokok jabatan Pengelola Layanan Operasional pada PPPK Paruh Waktu yang berlaku pada instansi pemerintah (berdasarkan analisis jabatan umum) meliputi kegiatan yang bersifat teknis, administratif, dan operasional:
- Mengolah data dan informasi, termasuk pengumpulan, input, dan verifikasi data.
- Merekapitulasi data sesuai klasifikasi untuk bahan laporan atau analisis.
- Melaksanakan kegiatan inventarisasi, pencatatan, dan pembukuan barang inventaris atau aset.
- Melaksanakan kegiatan mengelola barang persediaan
- Melakukan kegiatan yang meliputi penyiapan, pemeriksaan dan pengoperasian pengembangan sarana iptek untuk mendukung kelancaran tugas pokok Seksi Infrastruktur dan Teknologi
Info Gaji PPPK Paruh Waktu Pengelola Layanan Operasional
Berdasarkan Keputusan MenPANRB Nomor 16 Tahun 2025, besaran gaji PPPK Paruh Waktu 2025 paling sedikit atau minimal setara dengan besaran gaji yang diterima saat menjadi pegawai non-ASN atau sesuai dengan besaran upah minimum yang berlaku di suatu wilayah.
Dengan begitu, gaji PPPK Paruh Waktu untuk posisi Pengelola Layanan Operasional mengacu pada upah minimum provinsi (UMP). Berikut ini daftar UMP tiap daerah di Indonesia per 2025 yang dapat dijadikan acuan gaji, dikutip dari laman Satu Data Ketenagakerjaan Kemnaker RI.
No | Provinsi | Upah Minimum (Rp) |
1 | Aceh | 3,685,616.00 |
2 | Sumatera Utara | 2,992,559.00 |
3 | Sumatera Barat | 2,994,193.47 |
4 | Riau | 3,508,776.22 |
5 | Jambi | 3,234,535.00 |
6 | Sumatera Selatan | 3,681,571.00 |
7 | Bengkulu | 2,670,039.39 |
8 | Lampung | 2,893,070.00 |
9 | Bangka Belitung | 3,876,600.00 |
10 | Kepulauan Riau | 3,623,654.00 |
11 | DKI Jakarta | 5,396,761.00 |
12 | Jawa Barat | 2,191,232.18 |
13 | Jawa Tengah | 2,169,349.00 |
14 | DI. Yogyakarta | 2,264,080.95 |
15 | Jawa Timur | 2,305,985.00 |
16 | Banten | 2,905,119.90 |
17 | Bali | 2,996,561.00 |
18 | Nusa Tenggara Barat | 2,602,931.00 |
19 | Nusa Tenggara Timur | 2,328,969.69 |
20 | Kalimantan Barat | 2,878,286.00 |
21 | Kalimantan Tengah | 3,473,621.04 |
22 | Kalimantan Selatan | 3,496,195.00 |
23 | Kalimantan Timur | 3,579,313.77 |
24 | Kalimantan Utara | 3,580,160.00 |
25 | Sulawesi Utara | 3,775,425.00 |
26 | Sulawesi Tengah | 2,915,000.00 |
27 | Sulawesi Selatan | 3,657,527.37 |
28 | Sulawesi Tenggara | 3,073,551.70 |
29 | Gorontalo | 3,221,731.00 |
30 | Sulawesi Barat | 3,104,430.00 |
31 | Maluku | 3,141,700.00 |
32 | Maluku Utara | 3,408,000.00 |
33 | Papua Barat | 3,615,000.00 |
34 | Papua Barat Daya | 3,614,000.00 |
35 | Papua | 4,285,850.00 |
36 | Papua Selatan | 4,285,850.00 |
37 | Papua Tengah | 4,285,848.00 |
38 | Papua Pegunungan | 4,285,850.00 |
Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait PPPK Paruh Waktu dapat mengakses tautan berikut ini:
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id





































